" > 3 mnt membaca"> Tingkat Curanmor Meningkat, Keamanan UIN Bandung Diperketat - Suaka Online
Kampusiana

Tingkat Curanmor Meningkat, Keamanan UIN Bandung Diperketat3 mnt membaca

Ilustrasi Foto : Hasna Fajriah/Suaka

SUAKAONLINE.COM – Dalam kurun waktu dua bulan terakhir, telah terjadi beberapa kasus pencurian motor (curanmor) di area kampus UIN SGD Bandung. Maraknya kasus curanmor ini membuat masyarakat kampus geram dan gelisah, khususnya para pengendara motor dan petugas keamanan. Waktu dan tempat yang sering rawan hilangnya motor pun beragam, dapat terjadi mulai siang hari sampai malam hari.

Salah satu kasus pencurian terjadi pada waktu siang ialah Honda Beat berwarna Merah Putih dan bernomor polisi D 5827 ABC milik salah satu mahasiswi jurusan Psikologi,  Wafa Ummu Syahidah. Curanmor ini terjadi pada tanggal 27 Januari 2020, saat mahasiswi tersebut memarkirkan kendaraan bermotornya di wilayah parkir Perpustakaan pukul 10.00 wib kemudian kendaraannya hilang sekitar pukul 13.30 wib.

“Saya masuk ke kampus sekitar jam 10 pagi dan parkir di pinggir Perpus. Lalu saya keluar Fakultas Psikologi jam setengah dua siang, pas dicek sudah tidak ada motornya. Saya kira dipindahkan satpam, ternyata engga. Saat itu posisi stang motor saya ke kiri, dikunci leher dan ketutup bagian lubang kuncinya,” ujarnya, Rabu (29/1/2020).

Bukan hanya Wafa, mahasiswi dari jurusan Manajemen Pendidikan Islam, Sandra Herliyani, juga mengalami kehilangan motor Honda Beat berwarna Hitam dengan nomor polisi D 3746 ACI. Kehilangan itu sempat terekam CCTV dan terjadi sekitar jam setengah tujuh malam di parkiran Student Center (SC), pada hari Jum’at, 31 Januari 2020.

Saat dirasa motornya hilang, Sandra langsung mengecek video CCTV di dalam SC. Dalam video tersebut terlihat dua orang laki-laki memakai helm sedang memantau keadaan sekitar untuk memulai aksi curanmor sejak pukul 17.00 wib. Pelaku juga membawa kendaraan bermotor dan sempat membuka helm. Ia juga keluar-masuk gedung SC dan berlagak seperti mahasiswa, namun sulit untuk mengenali wajahnya. Sebelum akhirnya dua orang pelaku berhasil mencuri motor tersebut pada pukul 17.59 wib.

Baca juga:  Warek III : PBAK Tahun ini, Tidak Ada Inagurasi

Dengan terjadinya hal tersebut, Sandra berharap keamanan yang ada di kampus segera diperbaiki, baik dari segi sistem dan sumber daya manusianya. Ia juga berpesan untuk berusaha mengunci ganda dan memakai alarm motor demi keamanan kendaraan sendiri. Jika ada perubahan sistem menjadi parkir berbayar, menurutnya, para mahasiswa seharusnya menerima karena untuk keamanan bersama.

Menurut Komandan Regu Satuan Kemanan UIN SGD Bandung, Ali, mengatakan titik wilayah yang sering terjadi kehilangan motor itu beragam dan biasanya merupakan tempat yang bukan diperuntukan untuk parkir motor. “Dari samping SC itu diperuntukan buat jalan raya dan disamping Perpus itu kan buat parkir mobil dan bukan buat motor mengapa parkir disana,”ucap, Rabu (3/2/2020).

Tak hanya Ali, anggota Satuan Keamanan UIN SGD Bandung, Kun Hendrawan, pun menjelaskan jumlah kehilangan mungkin sebanyak 12 unit motor, terhitung sejak awal bulan Januari 2019 sampai Januari 2020. Hanya saja tidak berbarengan pada bulan yang sama kejadian kehilangannya. Ia juga menimpali, untuk informasi lebih real dan detail terkait kehilangan motor, data tersebut ada di Kapolsek terdekat.

Kun juga menambahkan, bilamana terjadi pencurian lagi diharapkan segera melapor pada Polsek agar segera didata biodatanya dan keterangan kehilangannya. Setelah itu, diharuskan men-copy data tersebut dan memberikan pada pihak keamanan di UIN SGD Bandung untuk data kehilangan di kampus. 

Dengan menanggapi maraknya curanmor yang terjadi di kampus, Komandan Regu Satuan Keamanan UIN SGD Bandung, Zulianto menghimbau kepada seluruh civitas akademika dan masyarakat UIN SGD Bandung untuk saling bekerja sama dalam menjaga keamanan dan berhati-hati saat memarkirkan kendaraannya di kampus agar kedepannya lebih aman lagi.

“Kita menghimbau ke semua orang yang ada di UIN, untuk mengunci kendaraan bermotor itu bukan hanya kunci leher saja, kemudian tutup bagian pengamannya, dan dikasih gembok bagian rem cakramnya. Kemudian semoga di bulan Febuari mudah-mudahan segera terealisasi pemasangan cctv disetiap titik parkiran dan penambahan petugas keamanan untuk patroli.” Tutup Zulianto

Baca juga:  UIN Bandung Lantik 8.015 Mahasiswa Melalui PBAK Daring

Reporter : Hasna Fajriah

Redaktur : Awla Rajul

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas