Menjadikan Indonesia Sebagai Rumah Budaya Dunia

Date:

- Advertisement -

[Suakaonline]-Keinginan untuk menjadikan Indonesia sebagai “Rumah Budaya Dunia” tahun 2013, bukan lah ide yang muncul tiba-tiba. Setidaknya, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pernah melontarkan gagasan menyelenggarakan World Culture for Development Forum (WCF) pada tahun 2008.

Menjadikan Indonesia sebagai tuan rumah diskusi budaya dunia di Bali tahun depan memang bukan perkara mudah. Ini merupakan satu tantangan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan budayanya kepada dunia Internasional.

Hal tersebut diungkapkan oleh Dosen Fakultas Dakwah dan Komunikasi Ahmad Fuad saat ditemui di Gedung Z UIN SGD Bandung, Selasa (30/10). Menurut dosen mata kuliah Komunikasi Sosial Budaya yang sering disapa Fuad ini, konteks Indonesia menjadi tuan rumah budaya dunia merupakan acara konferensi tingkat dunia yang mempunyai peran penting untuk menunjukkan seberapa kuat posisi negara kita, dibandingkan dengan negara lain di dunia.

“Seberapa penting pemerintah menganggap kesuksesan ini. Kalo dianggap biasa-biasa saja, ya hasilnya akan biasa-biasa saja. Tapi kalo menganggap ajang ini sebagai ajang promosi bangsa dalam bentuk apapun rasanya bisa sukses,” tutur Fuad

Fuad lalu menyebutkan, selain dibutuhkan persiapan finansial yang matang, Indonesia pun harus mempersiapkan bagaimana penyelenggaraan World Culture for Development Forum (WCF) – “Bali Forum” 2013 serta menjadikan Indonesia menjadi Rumah Budaya ini bisa menjadi daya tarik dunia internasional. Itu berarti Indonesia hanya memiliki waktu satu tahun untuk mempersiapkan segalanya.

Something to catch other, catching audience. Persiapan satu tahun rasanya kurang karena setiap negara punya konteks budaya masing-masing, dan itu harus ada konsolidasi dulu. Tiga atau empat tahun mungkin siap,” Katanya.

Pelestarian Budaya Indonesia

Budaya diharapkan menjadi konten yang bisa mempererat hubungan, kerena konteks budaya adalah satu satunya alat universal yang bisa dinikmati dan dirasakan orang lain. Fuad lebih setuju jika ini dijadikan sebagai ajang untuk lebih menegaskan darimana budaya itu berasal.

Hal tersebut dikarenakan oleh meskipun ada hak cipta, namun perebutan budaya masih saja kerap terjadi. Pelaksanaan World Culture for Development Forum (WCF) – “Bali Forum” 2013 akan mendorong usaha-usaha pelestarian kebudayaan Indonesia.

Menjadi tuan rumah budaya dunia merupakan satu tantangan besar bagi Indonesia untuk memperkenalkan budayanya kepada dunia Internasional. Selain alat pemersatu bangsa,  juga sebagai identitas sebuah negara.

Selanjutnya, Fuad berharap dengan adanya identitas, tidak akan terjadi lagi peristiwa perebutan budaya yang pernah terjadi sebelumnya. Seperti budaya milik negara Indonesia yang sama-sama diakui juga oleh negara Malaysia.

Di mata Fuad, yang saat ini diusahakan lewat penyelenggaraan World Culture for Development Forum (WCF) sejatinya adalah sesuatu yang akan merubah negara Indonesia ke arah yang lebih baik. Namun, jika pemerintah Indonesia hanya bergulat pada teori pencitraan, mungkin saja pelaksanaan kegiatan budaya ini bisa jadi gagal. Oleh karena itu diharapkan Indonesia harus lebih matang mempersiapkannya.

“Seberapa besar apresiasi kita terhadap budaya, nilai itu yang nantinya akan kita dapatkan,” pungkas Fuad.[]Hilda Kholida, Riska Amelia/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

Panggung Kata dalam Balutan Seni Sastra

SUAKAONLINE.COM - Teater Awal Bandung menyelenggarakan lomba membaca puisi...

Ujian Keseimbangan Dosen di UIN Bandung Belum Selesai

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Pertumbuhan jumlah mahasiswa di Indonesia terus...

Saksi Jejak Perjuangan dalam Meramu Kertas Usang

SUAKAONLINE.COM – Teriknya matahari dan padatnya lalu lintas  di...