Infografik

Minimnya Mahasiswa Luar Negeri di UIN Bandung

SUAKAONLINE.COM, Infografis – UIN SGD Bandung saat ini tengah bertransformasi menjadi kampus berstandar internasional World Class University (WCU). Hal ini dilakukan sebagai bentuk kontribusi institusi dalam perkembangan ilmu pengetahuan di ranah Internasional. Salah satu upaya yang dilakukan UIN SGD Bandung yakni dengan membuka pendaftaran untuk mahasiswa asing.

Mengutip Laporan Penelitian Kebijakan dan Program Prioritas UIN SGD Bandung menuju World Class University, terdapat empat kriteria yang harus dipenuhi berdasarkan The Times Higher World University Ranking. Pertama, kualitas riset yang terdiri dari peer review (kredibilitas publikasi akademik) dengan bobot 40 persen dan sitasi per dosen 20 persen.

Kedua, keterserapan lulusan dengan indikator review perekrut 10 persen. Ketiga, citra internasional dengan indikator ketersediaan dosen dan mahasiswa internasional dengan bobot masing-masing 5 persen. Keempat, kualitas dari pengajaran dosen 20 persen. Dapat terlihat bahwa eksistensi mahasiswa internasional berpengaruh terhadap keberhasilan UIN SGD Bandung dalam kiprahnya  menjadi kampus internasional.

Seperti yang diungkap oleh Ketua International Office UIN Bandung, Gina Giftia menerangkan sudah dilakukan upaya untuk menggaet mahasiswa asing. Salah satunya adalah dengan membebaskan Uang Kuliah Tunggal (UKT) bagi mahasiswa asing yang berasal dari luar Asia Tenggara. Seperti Sudan, Somalia, dan Yaman. Selain itu ada juga penawaran bagi mahasiswa asing untuk tinggal di Mahad Al Jamiah.

Namun di tahun 2023 sendiri menurut data International Office, hanya 77 mahasiswa asing yang dimiliki oleh UIN SGD Bandung. Jika di persentase dengan jumlah mahasiswa aktif UIN SGD  Bandung saat ini berdasarkan data Bagian Akademik, maka hanya 0,30 persen populasi dari mahasiswa keseluruhan. Jumlah ini masih sangat minim dan belum mencapai 5 persen dari keseluruhan mahasiswa.

Pada akhirnya tekad dan keinginan UIN SGD Bandung untuk bertransformasi menjadi World Class University memang tidak mudah. Dibutuhkan proses panjang yang sistemik dan berkelanjutan untuk merumuskannya. Tentunya hal ini menjadi cambuk bagi UIN SGD Bandung untuk terus maju dalam meningkatkan kualitas dan menarik  mahasiswa internasional.

Sumber: International Office UIN Bandung, io.uinsgd.ac.id, dan Wawancara pribadi

Peneliti: Faiz Alhaq/ Magang & Nurhasanah/ Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas