Pemutaran Film GMR On The Air, Regenerasi Dalam Dunia Musik

Date:

- Advertisement -
Sejumlah penonton menghadiri pemutaran film ‘GMR On The Air’ di Braga Sky 1957, Jalan Suniarja, Sumur Bandung, Kota Bandung, Selasa (8/8/2023). (Foto: Pitri Diana Lestari/Magang).

SUAKAONLINE.COM – Atap Class dan Seniman Iman Rahman Anggawiria Kusumah atau dikenal Kimung menggelar pemutaran film ‘GMR On The Air’ di Braga Sky 1957, Jalan Suniarja, Kota Bandung, Selasa (8/8/2023). Kegiatan pemutaran ini diramaikan oleh 60 orang peserta dan sebagai ajang pertunjukkan proses regenerasi musik.

Seniman sekaligus produser film, Kimung menjelaskan bahwa regenerasi musik di ranah media berjalan dengan baik dan untuk itulah film ini ditayangkan. Ia berpendapat, anak di zaman sekarang bergerak dengan gaya dan pola mereka sendiri sehingga perlu penyambung antara generasi mereka dan generasi tua dalam masalah musik.

Di samping bertujuan pertunjukkan regenerasi, pembuatan film ini dikerjakan oleh pemuda di Atap Class, terutama para murid Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) Bina Warga saat mereka magang. Kimung menuturkan, para murid dari jurusan multimedia ditantang untuk membuat produknya dan memilih film dokumenter.

Sebelumnya, film tersebut pernah diputar pada bulan Mei di Institut Seni Budaya Indonesia (ISBI) Bandung dan sukses diputar juga di mancanegara. “Film ini juga di kirim ke Ohayo universitas, London, Inggris lalu baru tahun kemarin ke Australia, Kebetulan kemarin saya jadi workshop leader,” ujar Kimung, Selasa (8/8/2023).

Kimung mengharapkan agar orang-orang lebih banyak memproduksi film-film dokumenter dan buku mengenai sejarah yang ia yakini sangat kekurangan hal seperti itu di Indonesia. Lebih lanjut, alasan pemilihan dokumenter tersebut tidak lepas dari program dan ada beberapa objek yang perlu diceritakan melalui media visual.

Di sisi lain, penonton dari Bandung Timur, Acep menyampaikan jika acara pemutaran film tersebut mengingatkan dirinya yang pernah bermain musik di GMR. Ia juga memandang film yang diputar senantiasa menjadi inspirasi anak muda sekarang dan mengenang musisi jaman dahulu.

“Mungkin untuk membuat semangat anak anak jaman sekarang, kalo sekarang saya liat bermain musik tuh kayak masing-masing gitu. Mungkin adanya acara ini bisa jadi inspirasi buat generasi anak jaman sekarang, ” jelasnya.

Reporter: Pitri Diana Lestari/Magang

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Diskusi Impunitas Pelanggaran HAM dalam Merawat Ingatan September Hitam

SUAKAONLINE.COM – Pelanggaran hak asasi manusia (HAM) dan kekerasan...

Desak Evaluasi Program Prabowo-Gibran, Mahasiswa Gaungkan “Merebut Kemerdekaan”

SUAKAONLINE.COM – Serikat Mahasiswa Jawa Barat Bergerak (SMJBB) menggelar...

Sidang Kedua Tahanan Aksi May Day 2026, Saksi Tak Ketahui Pelaku Pembakaran Pos Polisi

SUAKAONLINE.COM — Sidang kedua sembilan tahanan aksi May Day...

Sidang Perdana Sepuluh Terdakwa Aksi May Day 2026 Digelar, JPU Uraikan Dakwaan dan Ancaman Pidana Tujuh Tahun

SUAKAONLINE.COM — Sidang perdana sepuluh tahanan aksi May Day...