Infografik

Problematis Krisis Kesejahteraan Nelayan di Negara Kepulauan

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Indonesia sebagai negara maritim yang diapit Samudera Hindia dan Samudera Pasifik, membuatnya memiliki potensi perikanan yang besar. Kementerian Keuangan mencatat Pendapatan Sumber Daya Alam (SDA) Nonmigas sektor Perikanan pada tahun 2022 mencapai Rp611,9 miliar. Bukan hanya dalam segi potensi kelautan, kondisi geografis ini membuat Indonesia kaya akan tradisi yang berkaitan dengan laut.

Salah satunya terdapat tradisi Labuh Saji yang dilakukan di Pelabuhan Ratu, Sukabumi. Tradisi ini diisi dengan tarian tradisional dan pelepasan sesajen ke laut berupa kepala kerbau atau kambing. Namun, sesajen yang digunakan saat ini berupa penaburan benih ikan, bibit udang, dan anak penyu ke tengah laut. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur dengan harapan nelayan mendapatkan hasil yang melimpah.

Selain itu pemerintah Indonesia memberikan apresiasi terhadap nelayan dengan memperingati Hari Nelayan Nasional. Hal ini dilakukan sebagai bentuk dukungan pemerintah dan usaha untuk meningkatkan kesejahteraan para nelayan Indonesia. Dengan adanya hari nelayan juga menarik wisatawan untuk berkunjung serta meningkatkan perekonomian masyarakat di Pesisir Pantai.

Melansir dari jabarexpress.com, peringatan Hari Nelayan Nasional yang biasanya jatuh pada tanggal 6 April, tahun ini bergeser ke tanggal 21 Mei 2023 karena bulan April bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Hal ini tentunya tidak mengurangi esensi hari nelayan meskipun penyelenggaraannya ditunda.

Peringatan hari nelayan bukan hanya sebatas seremonial. Namun juga, peringatan ini diselenggarakan sebagai bentuk edukasi akan pentingnya nelayan dalam memenuhi kebutuhan gizi serta protein masyarakat Indonesia. Bukan hanya dalam negeri potensi kelautan Indonesia juga menjadi salah satu komoditas ekspor. Pada tahun 2023 nilai komoditas ekspor perikanan Indonesia mencapai 5,71 miliar dolar.

Nelayan menjadi bagian penting bagi kehidupan masyarakat Indonesia bahkan mancanegara. Maka dari itu, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah atas permasalahan yang dimiliki para nelayan harus dilaksanakan secara maksimal. Realisasi yang dilakukan harus menyeluruh bagi keseluruhan wilayah Indonesia.

Peneliti: Kinanthi Zahra/ Suaka

Sumber: kpp.go.id, walhi.or.id, Indonesiabaik.id, dan jabarexpress.com

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas