Lintas Kampus

Seruan Aksi Berjuang Demi Rakyat Mahasiswa Bandung Raya

 Koordinator Forum Aksi Mahasiswa Bandung Raya, Fikri Assegaf berorasi terkait penolakan kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM), di depan Depot Pertamina Gede Bage, Jalan Soekarno Hatta,  Bandung,  Kamis (7/4/2022). (Foto : Mohamad Akmal Albari/Magang)

SUAKAONLINE.COM– Puluhan massa yang tergabung dalam Forum Aksi Mahasiswa Bandung Raya (FAMBR) menggaungkan orasi terkait isu kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM) serta antisipasi kelangkaan subsidi BBM Pertalite. Dengan mengangkat tema Bersatu Padu Rebut Demokrasi #BERJUANGDEMIRAKYAT, aksi ini digelar di depan Depot Pertamina GedeBage, Jalan Soekarno Hatta, Kota Bandung pada Kamis (7/4/2022).

Koordinator aksi Mahasiswa Bandung Raya, Fikri Assegaf menuturkan latar belakang aksi kali ini timbul akibat dari hadirnya fenomena kenaikan harga BBM yang dinilai diputuskan secara sepihak oleh pemerintah. Serta menanggapi kebijakan yang sifatnya hanya satu pintu atau satu suara yang dikeluarkan dari pemangku jabatan tanpa ada koordinasi apapun kepada masyarakat.

“Artinya ini ada suatu kebijakan yang sifatnya hanya satu pintu atau satu suara yang dikeluarkan dari pihak pemerintah tanpa ada koordinasi apapun, tanpa ada persetujuan apapun bahkan yang harusnya mengeluarkan statement itu adalah BUMN yang hari ini dipimpin oleh Pak Erick Tohir,” tuturnya saat diwawancarai, Kamis (7/4/2022).

Ia mengungkapkan ketidaksetujuannya terhadap tindakan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia (Menko Marves) Luhut Binsar Panjaitan.“Hari ini Luhut Binsar Panjaitan yang seharusnya mengurusi persoalan investasi, kelautan dan lain-lain.Tapi kenapa kenaikan BBM Pertamax itu dikeluarkannya oleh beliau, bukan oleh BUMN Erick Tohir. Itu merupakan beberapa kajian kita bahwa kenaikan Pertamax itu seolah-olah membuat subsidi pertalite pun menjadi langka,” lanjutnya. 

Fikri juga menjelaskan alasan dibalik pemilihan Depot Pertamina sebagai tempat untuk melakukan aksi ialah sebagai bentuk simbolik agar bisa terdengar oleh pihak yang ada di Jakarta. “Saya meyakini bahwa pihak Pertamina Bandung ini terhubung dengan Pertamina yang ada di Jakarta. Dan saya yakini ketika PT. Pertamina Bandung melaporkan bahwa ada aksi unjuk rasa di depan Pertamina Bandung itu akan terdengar langsung oleh Komisaris Umum Utama,” jelasnya.

Salah satu peserta aksi, Fathan Aulia mengungkapkan poin besar dari tuntutan aksi kali ini ialah persoalan kenaikan BBM. “Di saat yang lain melakukan aksi tolak perpanjangan masa jabatan Jokowi, kita lebih fokus di kenaikan BBM. Karena ketika BBM naik pasti semua aspek di negara ini akan naik apalagi bagi kami mahasiswa yang disaat orang tua bekerja kemudian BBM naik otomatis uang saku kami juga akan berkurang. Jadi pusat dari segala aspek itu BBM,” terangnya.

Fathan juga mempertanyakan kajian dan sirkulasi dari pemerintah terkait mulai langkanya BBM Pertalite dan dampaknya pada perekonomian. “Sekarang ini tampaknya pemerintah hanya melakukan sirkulasi saja ketika Pertamax naik apakah Pertalite benar-benar tidak ada atau hanya dikurangi atau disembunyikan agar semua lapisan masyarakat membeli Pertamax atau lain sebagainya. Oleh karena itu pemerintah memang benar-benar harus menurunkan, karena ini berdampak pada inflasi ekonomi pemerintahan itu sendiri,” tuturnya.

Terakhir, Fikri melontarkan harapan agar seluruh elemen masyarakat khususnya mahasiswa yang merupakan kaum intelektual untuk sama-sama berjuang merebut demokrasi demi kesejahteraan bersama dan demi mewujudkan Indonesia yang adil dan makmur. “Karena berbicara perjuangan, yaitu ketika suatu penindasan itu terjadi maka marilah kita gerak, marilah kita rebut kembali karena saya yakin bukan satu atau dua orang bahkan jutaan masyarakat Indonesia hari ini sedang hangat memperbincangkan mengenai kenaikan BBM,” tutupnya.

Reporter : Ucha Mutiara Anggela dan Fasa Muhamad Hapid/Magang

Redaktur : Fitri Nur Hidayah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas