2 mnt membaca"> Super Blood Moon: Pertunjukan Kosmik Melintasi Pasifik - Suaka Online
Infografik

Super Blood Moon: Pertunjukan Kosmik Melintasi Pasifik2 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Gerhana merupakan Fenomena Alam yang terjadi ketika benda langit seperti bulan dan planet bergerak ke dalam bayangan benda langit lainnya. Dikutip dari Unilad, fenomena ini akan terjadi beberapa kali dalam setahun, pada 27 -29 April dan 26 Mei 2021. NASA menyatakan bahwa Bulan akan tampak penuh selama sekitar tiga malam.

Dalam waktu dekat akan terjadi Gerhana Bulan Total yang bertepatan dengan Hari Raya Waisak. Menurut Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Gerhana Bulan Total yang beriringan dengan Hari Raya Waisak sudah beberapa kali terjadi sebanyak empat kali pada abad ke-19, yakni pada 10 Mei 1808, 21 Mei 1826, 1 Juni 1844, dan 21 Mei 1845. Fenomena ini disebut akan berulang setiap 195 tahun sekali.

Fenomena Gerhana Bulan Total ini mendapat julukan Super Blood Moon. Dijuluki Super Blood Moon, karena Sinar Matahari yang melewati atmosfer bumi menyebabkan atmosfer menyaring sebagian besar cahaya biru lalu menyebabkan bulan terlihat merah. Semakin banyak debu atau awan di atmosfer bumi, maka gerhana bulan pun akan tampak semakin merah.

Selain terlihat berwarna merah dan terlihat lebih besar dari biasanya, Gerhana Bulan Total kali ini juga memiliki keunikan lainnya, yakni memiliki lebar sudut yang lebih besar 13,77 persen dibanding ketika berada di titik terjauhnya (apoge), kecerlangannya 15,6 persen lebih terang dibanding rata-rata biasanya, dan lebih terang 29,1 persen dibanding ketika apoge.

Fenomena ini aman disaksikan oleh masyarakat tanpa harus menggunakan kaca mata khusus. Gerhana Bulan Total di Indonesia dapat saksikan di seluruh wilayah Indonesia dari arah Timur-Tenggara (hingga Tenggara untuk Indonesia bagian Timur). Lokasi terbaik pengamatan berada di wilayah Indonesia Timur. Sementara itu, masyarakat yang tinggal di pesisir pantai patut mewaspadai adanya pasang surut air laut yang terjadi lebih tinggi dari pada biasanya.

Peneliti            : Shafa Maura Zahwa/Magang

Desain             : Siti Hannah Alaydrus/Suaka

Sumber           : Cnnindonesia.com, Bbc.com, Kompas.com, Sindonews.com, Kontan.co.id

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas