Kampusiana

Talkshow DEMA FISIP, Edukasi Politik dan Masa Depan Kota Bandung

Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Andri Gunawan memaparkan permasalahan Kota Bandung perspektif Sumber Daya Manusia dan Peran Pemimpin di Gedung Abjan Soelaeman, Kampus 1 UIN SGD Bandung, Rabu (21/6/2023). (Foto: Afina Naqiyya Salsabila/Magang).

SUAKAONLINE.COM – Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Bandung mengadakan diskusi publik melalui Talkshow ‘Kita dan Masa Depan Kota’ di Gedung Abjan Soelaeman, Kampus 1 UIN SGD Bandung, Rabu (21/6/2023). Acara ini menggandeng Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Bandung bicarakan edukasi politik mahasiswa.

Ketua Bandung Creative City Forum, Fikri Satari dalam pemaparan materi berpandangan bahwa masalah Kota Bandung adalah sistem kreativitas dan inovasi para pebisnis muda. Ia menambahkan, Bandung harus meningkatkan kreativitasnya tidak hanya secara visual tetapi juga jiwanya.

Merespons pernyataan Fikri, Ketua Karang Taruna Kota Bandung, Andri Gunawan memperhatikan bahwa Kota Bandung adalah kota tempat para pendatang mencari kehidupan yang lebih baik dalam kariernya, namun belum menginvestasikan sumber daya manusianya. “Bandung ini bagaikan raksasa yang sedang tidur, dan pemuda harus membangunkan Kota Bandung supaya membangkitkan kemajuan Kota Bandung,” jelasnya, Rabu (21/6/2023).

Di sisi lain, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Bandung, Erwin Affandi menegaskan bahwa pemerintah tidak lepas tangan akan kerumitan Kota Bandung. Menurutnya, keadaan Bandung ada pada tangan rakyatnya pula. “Kita kerja berbarengan, bukan sendirian. Kita saling kuatkan, bukan saling jatuhkan. Saling genapkan, bukan saling hilangkan,” ujar Erwin.

Lebih lanjut, Ketua Jurusan Ilmu Politik UIN Bandung, Asep Abdul Sahid menambahkan bahwa menentukan pemimpin sesederhana melihat testimoni di masyarakat. Karena permasalahan yang ada di sebuah kota beriringan dengan kinerja pemangku kebijakan. “Kita tidak hanya mendengarkan apa yang disampaikan, tetapi kita melihat pengerjaannya di saat itu juga atau aplikasi nyatanya,” ungkapnya.

Menurut Ketua Pelaksana diskusi publik, Muhammad Arya menjelaskan bahwa acara ini merupakan ruang bagi mahasiswa mengenal secara ringkas mengenai tata kelola perkotaan. Selain itu, mahasiswa diharapkan bisa sebebas mungkin untuk mengekspresikan idenya bagi masalah-masalah yang ada di Kota Bandung.

“Forum ini untuk memberikan edukasi politik dan kepada para Mahasiswa UIN Bandung khususnya, dan tujuan lainnya adalah kita ada forum untuk berbagi gagasan dan inovasi tentang Kota Bandung ke depannya gitu, karena kampus sebagai tempat lahirnya pemikiran bernegara,” tuturnya saat diwawancarai Suaka.

Mengenai adanya diskusi ini salah satu peserta diskusi jurusan Administrasi Publik UIN Bandung, Ninna merasa diberi kesempatan jika mahasiswa diberikan tempat untuk berpikir mengenai Kota Bandung. Selain itu, ia sangat antusias karena diskusi ini berkaitan dengan konsentrasi jurusannya. “Aku merasa senang dan keren juga untuk acaranya dari segi narasumber serta pembahasan,” ucapnya.

Reporter: Afina Naqiyya Salsabila/Magang

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas