" > 2 mnt membaca"> UIN Bandung Buka Prodi Manajemen Haji dan Umroh - Suaka Online
Kampusiana

UIN Bandung Buka Prodi Manajemen Haji dan Umroh2 mnt membaca

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung direncanakan membuka Program Studi (Prodi) Manajemen Haji dan Umroh. Penerimaan mahasiswa di prodi tersebut rencananya akan mulai dibuka pada Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) tahun 2020. Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Hubungan Masyarakat (Humas), Rohman Setiawan. Rohman mengatakan, prodi tersebut benar akan menjadi salah satu prodi baru di UIN SGD Bandung yang bernaung di Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK).

“Memang sudah ada, tapi di sini (brosur-red) belum dimasukkan. Perkembangan kesininya belum tau. Mungkin aja waktu kemarin belum ada izin operasionalnya, justru sekarang mungkin sudah ada, itu belum sampai kemari (Humas). Iya pokoknya istilahnya di tahun ajaran 2020-2021 itu sudah masuk,” ungkapnya saat ditemui Suaka, Rabu (29/1/2020).

Suaka mencoba mewawancarai bagaimana perkembangan pembentukan prodi Manajemen Haji dan Umroh kepada Sekretaris Jurusan Manajemen Dakwah, Asep Iwan. Namun, beliau tidak bersedia untuk diwawancara. Asep menyarankan, agar mewawancarai Dekan FDK agar lebih komprehensif.

Dekan FDK, Ahmad Sarbini mengatakan, bahwa Surat Keputusan (SK) dan izin operasional prodi tersebut dari Kementrian Agama (Kemenag) belum keluar, dan ia mengaku belum ada kabar lanjutannya. “Kalau dari Kemenag mah kan SK yang memang sudah diterbitkan dan izin operasional nanti, nah itu belum, ya,” ujarnya saat ditemui di ruang kerja, Selasa (18/2/2020).

Ahmad juga mengatakan, kalau informasi dari Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT), dapat dilihat di web BAN-PT sendiri. Suaka pun mencoba menelusuri laman web yang disarankan oleh Ahmad Sarbini. Disana tertera UIN SGD Bandung dengan program studi Manajemen Haji dan Umroh program S1, tanggal terima 16 Desember 2019 dengan status Memenuhi Akreditasi Minimal SK tanggal 18 Desember 2019.

Baca juga:  Hari Raya Galungan, Maknai Kebaikan Melawan Keburukan

Namun, Ahmad tidak bisa menjamin bahwa jurusan tersebut akan mulai berjalan di semester depan, karena tergantung pada keputusan Kemenag. “Itu tergantung Kemenag, kita tidak bisa mendahului. Kalau kata Kemenag keluar izin SK-nya dan izin operasionalnya, kita laksanakan semester nanti,” tambahnya lagi

Kepala Bagian Akademik, Dina Mulyati mengatakan, saat ini pembimbing haji dan umroh harus punya sertifikat. Salah satunya bisa dimanfaatkan dengan kuliah di prodi Manajemen Haji dan Umroh. Dina menyampaikan prospek kerja lulusan prodi ini adalah Penyelenggara Haji dan Umroh, mendirikan travel, Pembimbing Haji dan Umroh, Pegawai dan sebagainya.

“Jadi salah satunya nanti memanfaatkan kuliah di situ, bisa dia jadi penyelenggara umroh, bikin travel, dia sudah tau cara-caranya, kalo enggak dia juga bisa jadi pegawai. Soalnya nanti travel-travel ngambil orang yang profesional. Sekarang kan enggak sembarangan yang pembimbing umroh dia harus punya sertifikat dulu, mendirikan travel umroh dan haji juga harus ada sertifikat, termasuk SDM-nya juga harus bersertifikat.” Tuturnya saat ditemui Suaka, Selasa (11/2/2020).

Reporter : Awla Rajul, Gina Handayani

Redaktur : Hasna Fajriah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas