" > 2 mnt membaca"> UIN Bandung Laksanakan PBAK 2020 Daring - Suaka Online
Kampusiana

UIN Bandung Laksanakan PBAK 2020 Daring2 mnt membaca

Dok.Suaka

SUAKAONLINE.COM – Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) UIN SGD Bandung Tahun 2020 akan dilaksanakan pada tanggal 23 dan 24 September 2020 secara online atau dalam jaringan (daring). Dikarenakan adanya pandemi Covid-19, pelaksanaan PBAK tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya yang biasanya dilaksanakan secara offline.

Kepala Bagian Kemahasiswaan, Wawan Gunawan menjelaskan pada hari pertama pelaksanaan PBAK, mahasiswa baru akan diberikan materi wawasan umum mengenai universitas. Sedangkan untuk hari kedua, mahasiswa akan diberikan materi wawasan khusus mengenai masing-masing fakultas berserta program studinya.

Lebih lanjut, untuk penampilan demografi Unit Kegiatan Mahasiswa/Unit Kegiatan Khusus (UKM/UKK) akan tetap ada, namun dilaksanakan secara offline. “Dikarenakan tak sedikit UKM/UKK yang mengajukan untuk offline, sehingga saya mengajukan ke pimpinan terkait permintaan UKM/UKK ini, dan pimpinan menyetujui asalkan tidak menyimpang. Untuk pelaksanaannya sendiri menunggu membaiknya kondisi pandemi Covid-19,” papar Wawan, Jumat (18/9/2020).

Kemudian terkait mekanismenya sendiri, PBAK akan dilaksanakan melalui aplikasi Zoom Meeting. Pihak kampus telah menyiapkan 10 akun berbayar, kurang lebih untuk 7300 peserta PBAK. Akan tetapi PBAK via daring ini hanya akan dilakukan dari pukul 06.30 – 13.00 WIB, mengingat beberapa kendala jika dilaksanakan satu hari full termasuk keterbatasan kuota para mahasiswa baru.

Adapun terkait atribut, Wawan juga mengungkapkan terdapat ketentuan dalam pakaian yang harus dipakai pada saat pelaksanaan PBAK. “Untuk atribut PBAK diantaranya menggunakan baju putih, bawahan hitam dan kerudung hitam untuk perempuan. Kemudian memakai kopiah dan dasi untuk laki-laki. Sedangkan untuk fasilitas yang mana merupakan hak mahasiswa seperti kaos, jas, sertifikat dan buku pedoman, akan dibagikan ketika kuliah tatap muka,” ungkapnya.

Berbeda dari tahun sebelumnya, untuk tahun ini juga peserta PBAK berkewajiban mengisi absen dan me-resume materi selama berlangsungnya PBAK melalui aplikasi yang sudah disediakan oleh Pusat Teknologi Informasi dan Pangkalan Data (PTIPD). Hal itu dilakukan untuk menjadi syarat kelulusan mengikuti PBAK, sehingga para peserta diharuskan menyimak materi-materi PBAK yang diberikan oleh para pemateri.

Baca juga:  EVALUASI KULIAH DARING UIN BANDUNG

Kemudian untuk PBAK di tingkat fakultas memiliki mekanisme dan prosedurnya sendiri. Menurut Ketua Dema-F Ushuluddin, Helmi Mighfaza mengungkapkan pelaksanaan PBAK bukan hanya sekedar ceremony, tetapi ada perkenalan dan pertemuan lebih lanjut di grup. Sehingga ada kegiatan mentoring untuk mengenalkan dan membantu para mahasiswa baru.

Namun Helmi menyayangkan dan merasa perlu mengkritisi terkait kebijakan birokrasi yang terkesan mendadak dan kurang terencana mengenai pemberkasan. “Yang perlu dikritisi di sini perihal pemberkasan. sempat ada informasi dilaksanakan secara offline, namun baru-baru ini dengar kalau pemberkasan online. Hal ini membuat mahasiswa bingung dan menimbulkan pertanyaan. Mungkin ini bisa menjadi evluasi untuk birokrasi agar semuanya tidak mendadak dan direncanakan dengan baik.” Tutupnya saat diwawancarai Senin, (21/9/2020).

Reporter: Salsabyla Farihati/Suaka

Redaktur: Hasna Fajriah/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas