" > UIN Bandung Lepas 1.256 Wisudawan pada Wisuda ke-77 - Suaka Online
Kampusiana

UIN Bandung Lepas 1.256 Wisudawan pada Wisuda ke-77

Lima orang mahasiswa dengan predikat Terpuji pada wisuda ke-77 UIN SGD Bandung yang diadakan di Aula Anwar Musaddad, Minggu (19/1/2020). (Hasna Fajriah)

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar wisuda ke-77 di Aula Anwar Musaddad, Minggu (19/1/2019). Dalam wisuda kali ini rektor UIN SGD Bandung, Mahmud, melepas 1.256 wisudawan dan wisudawati. Lima orang mendapatkan predikat pujian, yaitu satu sarjana dari jurusan Psikologi, dua orang magister dari jurusan Pendidikan Agama Islam (PAI) dan Pendidikan Bahasa Arab dan dua orang doktor dari jurusan Hukum Islam serta satu orang lulusan tahfidz 30 juz dari jurusan Ilmu al-Quran dan tafsir.

Mahmud dalam sambutannya memberikan selamat kepada wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studinya dan mendapatkan gelar sarjana. Ia berharap dengan dijadikannya UIN SGD Bandung sebagai pusat Rumah Moderasi Beragama, mahasiswa tidak hanya unggul dalam ilmu keprodiannya, tapi juga soal kebangsaan dan beragama, yang nantinya akan tampil menjadi tokoh-tokoh moderasi beragama di Indonesia.

“UIN Bandung nantinya akan menjadi techno university pertama di lingkungan PTKIN (Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri-red), jadi bukan cuma kita membuat rumah moderasi beragama yang pertama, Insya Allah kita juga akan membuat PTKIN yang berbasis techno university.” Ucap Mahmud dalam sambutannya.

Mahmud juga menyebutkan, setelah lulus nanti saingan yang akan dihadapi dalam dunia kerja bukan hanya dari lingkungan PTKIN saja, tetapi Perguruan Tinggi Nasional (PTN) diluar sana termasuk dari luar negeri. Maka upaya yang dilakukan menuju world class University harus benar-benar diperhatikan. Termasuk ketika ada program studi yang mendapat akreditasi “A”, langsung mendapat tiket untuk studi banding ke luar negeri dalam rangka membuat borang persiapan untuk diakreditasi oleh pihak luar negeri.

Salah satu lulusan Program Sarjana jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Abdul Hafidz, mengungkapkan rencananya untuk mencari pekerjaan yang sesuai dengan jurusannya selepas lulus. ”Kalau sesuai jurusan kan ilmu kita miliki bisa lebih berguna buat kedepannya. Karena istilahnya, kalau dilluar dari jurusan yang kita ambil, kita kuliah tuh ilmunya cuma buat konsumsi pribadi saja, sedangkan manfaat untuk orang lainnya kurang. Senang banget kalau dapat kerjaan yang sesuai passion kita.” Tutur Abdul.

Baca juga:  Minimnya Koleksi Buku di Perpustakaan UIN Bandung

Senada dengan Abdul, lulusan Program Sarjana jurusan Pendidikan Biologi, Nurul Fajriah, juga berharap mendapatkan pekerjaan sesuai dengan jurusannya, yaitu menjadi guru. Menurut Nurul, persiapan yang harus dilakukan bisa dengan teliti menyiapkan berkas untuk lamaran dan mengembangkan softskill sesuai dengan passion, seandainya saja nanti tidak mendapatkan pekerjaan yang sesuai dengan jurusan.

Berbeda dengan yang lain, salah satu sarjana Bahasa dan Sastra Inggris, Dzikri Faturohman, berencana untuk melanjutkan jenjang pendidikan seperti yang diharapkan kedua orang tuanya. “Cuma kata dosen saya kemarin, sebelum kalian melanjutkan pendidikan, kalian telaah dulu lingkungan di sekitar kalian. Jangan sampai, ketika sudah melanjutkan pendidikan, rumpun ilmu yang diambil tidak sesuai dengan lingkungan kita.” Ucap Dzikri.

Dalam penyaluran tenaga kerja sendiri, UIN SGD Bandung memiliki Unit pelaksana Teknis (UPT) Pusat Karir yang dibuat untuk menyiapkan lulusan untuk terjun ke dunia pekerjaan di bidang yang beragam. Pusat Bisnis juga berfungsi sebagai jembatan antara mahasiswa/alumni dengan instansi. Sayangnya Abdul, Dzikri, dan Nurul sama-sama tidak mengetahui saat ditanya mengenai keberadaan dan fungsi dari Pusat Karir ini.

Reporter: Rini Zulianti

Redaktur: Awla Rajul

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas