Kampusiana

Wisuda ke-93 UIN Bandung, 41 Wisudawan Sarjana Raih IPK Tinggi

Para wisudawan ke-93 membacakan ikrar sebagai lulusan UIN SGD Bandung di Gedung Anwar Musaddad, Sabtu (16/9/2023). (Foto: Afina Naqiyya Salsabila/Suaka).

SUAKAONLINE.COM – UIN SGD Bandung menggelar Wisuda ke-93 bertajuk “Generasi Emas Berkarakter dan Berbudaya Nusantara” di Gedung Anwar Musaddad, Kampus 1 UIN Bandung, Sabtu (16/9/2023) Sebanyak 1000 wisudawan dari program sarjana, magister, dan doktor dilantik oleh Rektor baru UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar.

Wisudawan yang telah dilantik berjumlah 1000 orang terdiri 78 orang dari Fakultas Ushuluddin, 155 orang dari Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK), 116 orang dari Fakultas Syariah dan Hukum (Syarkum), 184 orang dari Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Dakom), 70 orang dari Fakultas Adab dan Humaniora (Adhum), 16 orang dari Fakultas Psikologi, 36 orang dari Fakultas Sains dan Teknologi (Saintek), 107 orang dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), 216 orang dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI), 12 orang Program Pascasarjana, dan 10 orang Program Doktor.

Pada wisuda kali ini, terdapat beberapa nominasi dari peraih Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) Tertinggi atau Predikat Pujian sebagai Adhi Djati Utama, yaitu dua orang dari Program Pascasarjana dan 41 orang dari Program Sarjana di masing-masing jurusan. Dua wisudawan program magister yang menjadi nominasi dari peraih IPK tertinggi, yaitu wisudawan program magister Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Pascasarjana, Abdul Ghani dengan IPK 3,86 dan wisudawan program magister Hukum Keluarga, Fadilah Syafitra dengan IPK 3,81.

Dibalik perjuangan meraih gelar magister yang tidaklah mudah, wisudawan dengan tesis Living Quran, Abdul Ghani memberikan pesan untuk tetap tegar dalam belajar. “Ilmu itu tidak hanya sampai wisuda saja, tetapi sampai liang lahat atau kubur, tetap dijaga semangatnya sampai dipanggil oleh Yang Maha Kuasa,” ujarnya, Sabtu (16/9/2023).

Tidak hanya Ghani saja, Fadilah Syafitra pun menyampaikan kebahagiaan wisuda kali ini, karena bisa merasakan wisuda secara tatap muka di gelar magister, yang sebelumnya merasakan wisuda online di gelar sarjananya. Ia menitipkan motto hidupnya untuk terus berjuang sampai kapan pun. “Sesekali berhentilah untuk bersantai, bukan untuk terlena, namun membangun semangat untuk berjuang berikutnya” ujarnya.

Tidak hanya dari program magister, salah satu mahasiswi program sarjana yang meraih penghargaan hafidz 30 juz dan penerima beasiswa S2 UIN SGD Bandung, Laelati mendapatkan IPK Tertinggi di Jurusan Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Sarjana dengan skor 3,90. Ia menyampaikan proses pengerjaan skripsinya berangkat dari kesadaran dan pengalamannya sebagai seorang perempuan. Ia berpesan kepada mahasiswa lainnya bahwa setiap orang memiliki waktu dan usahanya masing-masing. Dan pesan untuk kampus ke depannya bisa ditingkatkan lebih baik lagi baik secara fasilitas maupun pelayanan yang ada.

Selain itu, Rektor UIN SGD Bandung, Rosihon Anwar, memberikan tiga tips kepada seluruh wisudawan di wisuda ke-93 kali ini, yaitu memiliki kecerdasan emosional yang baik selain intelegensi, perbanyak refleksi diri, dan keingintahuan yang tinggi. Akhir sambutannya, beliau menitipkan pesan terakhirnya dan juga harapan sukses untuk para wisudawan. “Saya yakin dan percaya kepada kalian semua sudah siap untuk berlari mencapai cita-cita yang sudah kalian rencanakan. Hati-hati di jalan, demikian tulus (saya) sampaikan,” jelasnya.

Reporter: Afina Naqiyya Salsabila/Suaka

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas