" > 2 mnt membaca"> Seminar Jurnalistik Dema Fidkom, Membahas Praktik Jurnalisme Warga - Suaka Online
Kampusiana

Seminar Jurnalistik Dema Fidkom, Membahas Praktik Jurnalisme Warga2 mnt membaca

Produser lapangan CNN Indonesia, Zaiul Khaq sedang memaparkan materinya tentang peluang dan tantangan dari jurnalisme warga. Seminar jurnalistik tersebut diselenggarakan oleh Dema Fakultas Dakwah dan Komunikasi (Fidkom) di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Rabu, (12/12/2018) (Abdul Azis Said/ SUAKA).

SUAKAONLINE.COM – Dewan Eksekutif Mahasiswa (Dema) Fakultas Dakwah dan Komunikasi selenggarakan seminar jurnalistik dengan mengusung  tema ‘How to be a Good Citizen Journalism’ yang diselenggarakan di Aula Fakultas Dakwah dan Komunikasi, Rabu (12/12/2018).

Menghadirkan tiga pembicara dari latar belakang media yang berbeda, sesi seminar dibuka oleh Produser Lapangan CNN Indonesia,  Zaiul Khaq  yang akrab disapa Zai, yang tak lain adalah lulusan Fakultas Dakwah dan Komunikasi. Dua pemateri lainnya ialah Rendy M Muthaqin dari LPM Suaka juga Andrian Setiawan dari Bandung Oke TV.

Dalam paparan materinya, Zai mengungkapkan masih minimnya praktik Citizen Journalism (jurnalisme warga) yang diterapkan oleh media nasional. Menurutnya, salah satu alasan dari hal tersebut dikarenakan produk  dari jurnalsime warga yang masih belum tajam dalam pemberitaan dan anglenya pun masih belum sesuai dengan model pemberitaan yang ditentukan oleh media.

“Di CNN juga belum memberi akses untuk jurnalisme warga, hanya beberapa media yang ada. Itu karena adanya anggapan beberpa media dan wartawan bahwa Citizen Journalisme itu hanya warga biasa yang membuatnya, media juga melihat dari tulisan warga tersebut yang dirasa masih belum begitu tajam dan belum sesuai juga dengan angle yang diingkan oleh media,” ujarnya.

Menjustifikasi dari pernyataannya tersebut, Zai mengungkapkan beberpa hal yang membedakan antara jurnalisme profesional dengan jurnalisme warga yakni dari sisi kapasitas keilmuanya. Menurutnya, dibandingkan seorang profersional, jurnalisme warga hanyalah sebagai pemirsa pasif yang menerima informasi dari media. Dalam memproduksinya pun, mereka adalah seorang aktor yang juga merangkap sebagai pemilik media tersebut,  mereka biasanya pun membuatnya di blog atau akun youtube pribadi.

Baca juga:  Kukuhkan 13 Guru Besar, UIN Bandung Pecahkan Rekor MURI

Zai tak lupa juga membagikan pengetahuannya sebagai modal yang perlu dimiliki seorang mahasiswa jika ingin menerapkan model Jurnalisme warga yang baik. Dimulai dengan pemahaman terhadap isu-isu yang menarik dan bernilai berita, hingga pentingnya melakukan riset sebelum melakukan kegiatan liputan.

“Paling tidak mereka harus memahami apa yang menarik dan memiliki nilai berita. Tetapi jangan sampai juga membubuhinya dengan pikiran atau opini kita. Selain itu, riset pun berguna untuk menentukan bagaimana kita mau membuat berita. Pentingnya riset ialah saat terjun di lapangan nanti kita  tidak hanya membawa kepala yang kosong,” tambahnya.

Muhammad Faqih, Mahasiswa jurusan Hubungan Masyarakat yang juga ketua pelaksana seminar tersebut, mengatakan bahwa sebagai tujuan dari diselenggaraknnya seminar tersebut ialah bukan hanya memberikan edukasi tentang dunia kejurnalistikan bagi mahasiswa, tetapi juga untuk memberikan pemahaman untuk senantiasa menyaring informasi sebelum menyebarkannya.

“Diadakannya seminar kejurnalistikan ini ialah untuk mengedukasi kita sebagai mahasiswa bagaimana caranya kita dalam melakukan aktivitas kejurnalistikan. Selain itu harapannya juga setelah keluar dari seminar ini setiap mahasiswa melakukan saring sebelum sharing, itu sebagaimana yang disampaikan oleh salah satu pembicara kita yang dari LPM Suaka.” Tutupnya.

 

Reporter: Abdul Azis Said

Reporter: Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas