
SUAKAONLINE.COM – Para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menawarkan takjil selama Ramadan 1445 H di depan Kampus 1 UIN Bandung. Setiap sore, para pedagang, mahasiswa dan warga memenuhi depan kampus untuk bertransaksi takjil, yang berpengaruh pada perubahan ekonomi para pedagang.
Perubahan ini dirasakan oleh salah satu pedagang mochi, Silvia, yang hanya berjualan ketika Ramadan tiba di lingkungan kampus. Ia mengatakan berjualan mochi di sini lebih untung dibanding di GBLA, Jalan Jati, dan Pasar 46, di mana ia berjualan sebelumnya. Alasan Silvia berjualan di sekitar kampus dikarenakan suasananya yang ramai.
“Lebih untung jualan disini daripada di tempat sebelumnya, karena kan kalau di tempat sebelumnya cuman seminggu sekali di hari Minggu, kalo disini setiap hari, penghasilan perharinya tergantung habis ngga nya sih, kadang 450 kadang 550, beda-beda soalnya ngga habis tiap hari,” kata Silvia ketika diwawancara Senin (19/03/2024).
Berbeda halnya dengan pedagang nasi goreng seafood, Siti, yang telah berjualan hampir selama 8 tahun. Siti mengaku Ramadan tahun ini tidak menguntungkan dirinya. Ia berpendapat alasan kejadian ini karena mahasiswa memasak mandiri di kos. Ia juga menjelaskan perbedaan dagangan nasi goreng nya ketika Ramadan saat Covid-19, Ramadan tahun ini dan hari biasa selain bulan Ramadan.
“Sebenernya kalo Ramadan sekarang kurang, gak kaya Ramadan sebelum corona (Covid-19) bahkan mending hari-hari biasa. Kalo hari-hari biasanya, nyampe lah sejuta ke atas, sekarang kalau pengen 600 – 700 (ribu rupiah) juga susah,” kata Siti.
Pendapat lain datang dari salah seorang mahasiswa UIN Bandung jurusan Hukum Pidana Islam semester dua, Kanaya Azkia mengatakan ia merasa diuntungkan dengan adanya UMKM yang berjejeran di sekitar kampus. Kanaya beranggapan bahwa dengan ramainya pedagang di sekitar kampus memudahkannya untuk mencari takjil saat sedang ada acara di kampus.
“Nyari takjil di UIN kalo ada beberapa agenda yang mengharuskan kampus dan berbarengi dengan azan Magrib jadi sekalian (beli takjil -red). Kalo beli di bazar UIN 10 ribu bisa beli 2 item, kalo beli di sekitar kost cuma dapet 1 item tapi banyak,” kata Kanaya, Jumat (22/03/2024).
Ramadan kali ini tidak hanya menguntungkan pelaku UMKM dari warga setempat. Namun, juga menguntungkan bagi mahasiswa yang memiliki usaha berjualan. Mahasiswa juga menganggap membeli dagangan di depan Kampus 1 UIN Bandung sangat praktis, karena dekat kelas kuliah dan indekos.
Reporter : Mujahidah Aqilah/Magang
Redaktur : Zidny Ilma/Suaka

