Kampusiana

HMJ Sosiologi Gelar Donor Darah, Bentuk Bakti Sosial

donor darah

seorang mahasiswa melakukan donor darah di kegiatan donor darah Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi di Gedung Abdjan Soelaeman Kampus 1 UIN SGD Bandung, Senin (21/5/2023). (Foto: Zidny Ilma/Magang).

SUAKAONLINE.COM – Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Sosiologi UIN SGD Bandung menyelenggarakan kegiatan donor darah bertajuk “Let’s Donate blood to save lives and keep the world breathing” di Gedung Abdjan Soelaeman, Kampus 1 UIN SGD Bandung, Senin (25/5/2023). Kegiatan donor darah ini merupakan kerja sama antara HMJ Sosiologi dengan Unit Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Sumedang.

Kegiatan ini menjadi penutup kegiatan bakti sosial HMJ Sosiologi. Sebelumnya, diadakan webinar mengenai manfaat donor darah bagi para pendonor. Ketua pelaksana, Putri Aditya Pramesti mengungkapkan acara ini merupakan program lanjutan yang dilaksanakan oleh Departemen Sosial HMJ Sosiologi. Ia juga menjelaskan antusiasme pendonor yang mendaftar lebih banyak dibandingkan dengan tahun lalu.

“Alhamdulillah antusiasme-nya baik dari mahasiswa, pendonor yang mendaftar secara online pada tahun lalu berjumlah 80 pendaftar, saat ini bisa melebihi 100 pendaftar”, ujar Putri, Senin (25/5/2023).

Selama kegiatan berlangsung, tidak ada batasan bagi siapa pun yang ingin mendonorkan darah. Namun begitu, waktu kegiatan dibatasi disebabkan darah yang disimpan tidak mampu bertahan lebih dari empat jam. Lebih lanjut, Humas PMI Kab. Sumedang, Deni Nasdianto menyampaikan bahwa instansi PMI selalu terbuka untuk kerja sama.

“Kami terbuka dengan kerja sama, namun kerja sama dengan unit daerah mana nanti, kami arahkan ke unit daerah yang sedang tidak penuh jadwalnya. Dan, memang sedang membutuhkan kesediaan stok darah,” paparnya.

Di sisi lain, manfaat kegiatan donor darah dirasakan oleh salah satu mahasiswa pendonor, Anggun dengan menunjukkan antusiasme-nya dalam kegiatan donor darah kali ini. Ia mengungkapkan bahwa ini adalah donor darah yang pertama kali baginya, awalnya ia ragu untuk menjadi pendonor dikarenakan masalah kesehatan. Namun, ia berhasil dinyatakan sesuai kriteria pendonor darah.

Ia berpesan, bagi siapa pun yang belum pernah merasakan donor darah patut dicoba. Seperti dirinya, yang berasumsi kalau tidak bisa mendonor darah tapi memenuhi ketentuan kesehatan pendonor. “Harus coba sih, karena bermanfaat untuk orang lain, dan buat diri sendiri juga,” tukasnya.

Reporter: Zidny Ilma/Magang

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas