Kampusiana

Kepala SPM UNPAD: Hybrid Learning Harus Dilakukan

Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjajaran, Funny Mustikasari Elita tengah menyampaikan materi dalam webinar Pembukaan Perkuliahan Semester Genap yang digelar oleh Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SGD Bandung melalui Zoom Meeting, Kamis (24/02/2022). (Foto: Nurhasanah/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Dalam rangka membuka perkuliahan semester genap tahun ajaran 2021/2022, Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) UIN SGD Bandung menggelar webinar dengan mengangkat tema “Capaian Pembelajaran Lulusan (CPL) dan Sistem Perkuliahan Hybrid”melalui Zoom Meeting, Kamis (24/02/2022). Acara ini ditujukan dan dihadiri berbagai jajaran pejabat dan dosen dalam ruang lingkup kampus UIN SGD Bandung.

Acara dibuka oleh Wakil Rektor I UIN SGD Bandung, Rosihon anwar yang dalam sambutannya ia menyampaikan harapannya akan acara ini. “Kita ingin mendapatkan pengalaman dari Universitas Padjajaran (Unpad), baik itu bagaimana cara Unpad melakukan pengukuran CPL, sistem Hybrid, dan sebagainya sehingga kita punya panduan secara umum walaupun masing-masing punya haluannya,” jelasnya Kamis, (24/2/2022).

Webinar ini sendiri menghadirkan satu narasumber ternama yaitu Kepala Satuan Penjaminan Mutu (SPM) Universitas Padjajaran, Funny Mustikasari Elita. Beliau menerangkan eksistensi sistem pembelajaran Hybrid pada masa kini. “Hybrid Learning ini sesuatu yang tidak terhindarkan sebenarnya bagi siapa pun sekarang ini. Dulu mungkin hanya perguruan tinggi tertentu tapi sekarang semua harus melakukannya,” ungkapnya.

Funny pun menjelaskan pentingnya pembelajaran hybrid yakni untuk menilai berbagai aspek dalam penilaian yang berkaitan mengenai soft skill dari setiap mahasiswa. Selain itu, meskipun pengetahuan pembelajaran yang didapat melalui sistem daring memang baik, tetapi dalam sisi kompeten dan attitude perlu dipertimbangkan dan ditinjau kembali.

Kemudian, berkaitan dengan beralihnya sistem pembelajaran di Indonesia yang awalnya menggunakan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK) yang kini berubah menjadi  Outcome Based Education (OBE). Hal tersebut membuat perlu adanya pemandu untuk menjalankan proses pembelajaran yang mumpuni yaitu CPL.

“CPL itu roadmap prodi untuk mencapai dan janji bagaimana kompetensi-kompetensi ini dicapai dengan proses pembelajaran maka harus cocok pemilihan metodenya dalam pembelajaran ini,” ujarnya. Karakteristik proses pembelajaran untuk meraih CPL sendiri adalah Interaktif, holistik, integratif, saintifik, kontekstual, tematik, efektif, kolaboratif, dan berpusat pada mahasiswa.

Di poin yang berpusat pada mahasiswa, ia juga menerangkan bahwa dosen harus menyajikan beragam opsi. Sehingga dalam pembelajaran hybrid mahasiswa dapat menyesuaikan dengan kemampuannya. “Kapan Hybrid Learning dapat dilaksanakan? yaitu ketika capaian pembelajaran tidak dapat dicapai di lingkungan daring atau di rumah sehingga harus dilaksanakan di kampus seperti mata kuliah praktikum,” jelasnya.

Terakhir, Funny mengingatkan kembali betapa pentingnya sebuah CPL dalam sistem proses pembelajaran. “CPL Itu bagian yang sentral, dimana mau menggunakan metode hybrid atau lainnya itu dilihat CPL nya dulu yang terdistribusi dalam mata kuliah. Ini supaya kita bisa mengajar dengan lebih efektif dan efisien,” tutupnya.

Reporter          : Nurhasanah

Redaktur         : Fitri Nur Hidayah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas