Kampusiana

KKN Mandiri Kolaborasi, Apa Bedanya Dengan KKN Biasa?

Dok. Pribadi

SUAKAONLINE.COM – Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Syarif Hidayatullah menggelar sosialisasi teknis program Kuliah Kerja Nyata (KKN) mandiri kolaborasi se-Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) di Indonesia tahun 2022, melalui Zoom Meeting, pada Selasa (12/4/2022). Sosialisasi tersebut diikuti oleh lebih dari 1000 peserta yang tersebar di delapan PTKIN.

Delapan PTKIN tersebut yakni, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, UIN Sunan Gunung Djati Bandung, UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Walisongo Semarang, UIN Mataram, UIN Sumatera Utara, dan IAIN Kendari.

UIN SH Jakarta sebagai penggagas, mengusung tema “Penguatan Program Pengabdian Masyarakat Yang Inovatif Menuju Rekognisi Global” dalam kegiatan KKN kolaboratif ini. Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya penguatan kerjasama, wawasan kebangsaan, kenusantaraan, dan moderasi beragama di lingkungan PTKIN baik mahasiswa maupun dosen.

Menurut Ketua Pusat Pengabdian Masyarakat (PPM) UIN Bandung, Aep Kusnawan, KKN Kolaborasi Mandiri tidak beda jauh dengan KKN biasa, tetapi yang berbeda ialah adanya kerjasama antar PTKIN seluruh Indonesia. Jadi mahasiswa dari luar pulau jawa atau jawa barat dapat mengikuti KKN sesuai dengan domisili yang dekat.

“Misalnya teman-teman yang kebetulan ada di Jogja maka bisa bergabung dengan UIN Jogja begitu, atau kalau ada orang Bandung yang ingin KKN di Mataram misalnya ya, itu disilahkan. Itu yang dimaksud dengan KKN kolaborasi mandiri,” ujarnya saat diwawancarai melalui WhatsApp, Senin (18/4/2022).

Ia juga menerangkan, KKN Kolaborasi ini merupakan trobosan dan sebuah alternatif bagi mahasiswa untuk menambah relasi dan pertemanan di luar kampus. “Bisa menambah pertemanan, bahkan mungkin kawan-kawan bisa berpeluang untuk mengenal dunia luar Jawa Barat yang selama ini KKN kita lebih banyak berfokus di Jawa barat,” imbuhnya.

Selanjutnya, ia mengatakan bahwa KKN Kolaborasi Mandiri ini seluruh pembiayaan dan akomodasi ditanggung oleh mahasiswa. “Karena sifatnya mandiri maka otomatis kegiatan ini murni mandiri. Jika ada pendanaan dari kampus tidak mandri lagi,” lanjutnya.

Lebih dari itu, Aep menuturkan bahwa KKN Mandiri Kolaborasi ini tengah dipersiapkan, dimulai dari membuat aplikasi perdaftaran, sampai menentukan titik lokasi KKN. Untuk info lebih lanjutnya ia bersama jajaran prodi dan wadek akan mengadakan workshop lanjutan.

“Nanti rencananya kita akan mematangkan ke selanjutnya melalui sosialisasi dan kemudian juga yang lebih lanjut bersama para prodi dan wadek, antara sebelum lebaran atau sesudah lebaran kemungkinan kita akan ada workshop desain KKN sekaligus membicarakan tentang bagaimana KKN kolaboratif mandiri ini kita selenggarakan,” ucapnya.

Mahasiswa semester enam, jurusan Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Ridwan Nugraha menyambut baik program KKN Kolaborasi ini. Menurutnya bakal banyak keuntungan yang diambli dari KKN Kolaborasi ini.

“Keuntungannya mungkin bisa memilih tempat KKN sendiri di tempat yang tidak di tempatkan sebelumnya. Kemudian keuntungan yang lain lagi bisa menambah kenalan menerima mahasiswa di mana kita juga bisa sharing atau bertukar pengalaman dengan mahasiswa dari universitas lain,” katanya saat dihubungi via WhatsApp, Senin (18/4/2022).

Lebih lanjut lagi, Ridwan memberi masukan dalam kegiatan KKN Kolaborasi ini pihak kampus dapat memberikan pembekalan kepada mahasiswanya yang memilih KKN diluar jawa barat. “Masukannya untuk memberi bekal terlebih dahulu bagi mahasiswa dan mahasiswi yang akan mengikuti KKN mandiri kolaborasi. (Karena -Red) Ini sangat membantu mahasiswa untuk menghadapi kultur yang berbeda dengan mahasiswa di Bandung,” tutupnya.

Reporter : Anisah Edward/Magang

Redaktur : Yopi Muharam/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas