Kampusiana

Kuatkan Misi Kemenag, KKN 2023 Angkat Tema Moderasi Beragama

rektorat UIN

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) tahun 2023, dinilai sedikit berbeda. Bukan hanya dari siklus pendaftaran, melainkan juga dari segi tema yang diangkat, yakni moderasi beragama. Hal ini mengacu pada surat edaran Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI) nomor B-784.1/DJ.I/Dt.I.III/02/2023.

Menurut Ketua Pelayanan Kepada Masyarakat (PKM) UIN SGD Bandung, Aep Kusnawan, mengusung tema moderasi beragama merupakan bagian dari menunaikan amanat Dirjen sekaligus menguatkan misi Kementerian Agama terkait moderasi beragama di tengah masyarakat.

Awalnya, menumbuhkan nilai toleransi, kebangsaan, serta kerja sama antar berbagai elemen, menjadi bagian dari misi moderasi KKN Nusantara. Namun tahun ini, penerapan tema moderasi beragama akan dilaksanakan juga di Jawa barat melalui KKN Reguler Sisdamas. “Misi itu seiring dengan moderasi yang di sana, yang di Tanah Toraja. Kita tumbuh kembangkan juga di Jawa barat,” ucapnya, Selasa (30/5/2023).

Kendati mengusung tema moderasi beragama, KKN Reguler kali ini tetap menggunakan metode Sisdamas layaknya KKN Reguler tahun lalu. “Kita tetap memakai Sisdamas. Sisdamas itu sistem pemberdayaan masyarakat. Jadi otomatis pemberdayaan bagian dari metodenya, moderasi bagian dari temanya. Jadi nanti akan berpadu antara persoalan yang ada di masyarakat dengan tema tersebut,” lanjutnya.

Aep juga menyampaikan lingkup penerapan moderasi beragama tersebut bukan hanya berkutat pada seputar keagamaan. Namun moderasi beragama menjadi titik awal bagi mahasiswa dalam mengembangkan dan memberdayakan segala persoalan yang terjadi di masyarakat dengan tetap menyesuaikan pada kondisi masing-masing wilayah terkait. Begitu pula dengan penerapan moderasi beragama melalui jenis KKN Reguler Sisdamas di Jawa barat.

Lebih jauh lagi, Aep memberikan gambaran bagaimana tema moderasi beragama tersebut dapat berpadu dengan segala persoalan beragam di tengah masyarakat. “Apa yang akan ditumbuh kembangkan? Misalnya di suatu daerah, bisa jadi persoalannya ekonomi atau pengangguran atau misalnya putus sekolah. Tapi cara pandangnya moderat,” ujarnya.

Bicara terkait persoalan serta kondisi masyarakat, khususnya di wilayah Jawa barat. Mahasiswa Ilmu Hadist semester 6, Ibnu Tamiah menilai tema moderasi beragama kurang cocok untuk diterapkan melalui KKN Reguler Sisdamas di Jawa barat. Mengingat sektor tempat yang diposisikan LP2M hanya terpusat pada tiga wilayah. Yakni Bandung Barat, Bandung Selatan dan Subang yang memiliki persoalan berbeda.

Menurut Ibnu Tamiah suatu tema lebih baik disesuaikan dengan daerah terkait. “Kalau menurut saya, lebih baik ngambil tema moderasi bermadzhab. Karena di daerah kita kebanyakan orang-orangnya lebih memilih menghargai agama lain daripada menghargai teman seimannya. Bahkan malah saling mencemooh tentang madzhab dan paham lainnya,” ucapnya ketika diwawancarai melalui WhatsApp, Rabu (31/5/2023).

Namun meskipun begitu, Ibnu Tamiah tetap berharap jika tema moderasi beragama ini dapat menjadi awal yang baik untuk mengatasi berbagai persoalan lainnya yang tumbuh di masyarakat. “Mungkin harapan saya dengan tema moderasi beragama pada KKN tahun ini, bisa kami terapkan tidak hanya ber-moderasi beragama, juga bisa kita implementasikan ke moderasi bermadzhab juga,” pungkasnya.

Reporter: Elsa Adila Rahma, Bertha Anatasha, dan Fachrul Naufal/Magang

Redaktur: Mohamad Akmal Albari/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas