Kampusiana

Masyarakat Kurang Peduli, Sumber Permasalahan Sampah Saat Ini

Humas Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Elfiani dan Perwakilan Komunitas Peduli Sampah Gunung, Taufik Nurdin saat memberikan materi dalam seminar Hari Bumi yang digelar Bidang Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manejemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN SGD Bandung di aula FISIP, Jumat (22/4/2016).

Humas Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Elfiani dan Perwakilan Komunitas Peduli Sampah Gunung, Taufik Nurdin saat memberikan materi dalam seminar Hari Bumi yang digelar Bidang Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manejemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN SGD Bandung di aula FISIP, Jumat (22/4/2016).

SUAKAONLINE.COM – “Perilaku masyarakat yang kurang peduli akan sampah menjadi sumber permasalahan yang krusial saat ini,” ujar Humas Badan Pengelola Lingkungan Hidup (BPLHD) Provinsi Jawa Barat, Elfiani saat menyampaikan materi ‘Green City toward Green Province 2018’.

Materi tersebut disampaikan dalam seminar peringatan Hari Bumi yang digelar oleh Bidang Kerjasama Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (KPPM) Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Manejemen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN SGD Bandung , Jumat (22/4/2016).

Berasama BPLHD Provinsi Jawa Barat dan Komunitas Peduli Sampah Gunung, seminar yang digelar di Aula FISIP ini membahas isu lingkungan yang sekarang ini sudah menjadi pusat perhatian berbagai kalangan. “Penanaman Karakter Cinta Lingkungan” adalah tema yang diusung dalam seminar ini, dan permasalah sampah  menjadi fokus utamanya.

Menurut Elfiani, sebagai fasilitator kebijakan daerah, BPLHD Provinsi Jawa Barat mengakui bahwa permasalahan sampah ini bukan masalah yang kecil. Tapi sudah memberikan dampak yang luar biasa dikehidupan sehari-hari. Setidaknya 7 ton per hari sampah yang dimuat di setiap Tempat Pembuangan Sampah (TPS) di kota Bandung.

Selain itu, sampah yang ada saat ini didominasi oleh sampah rumah tangga. Seharusnya, setiap orang bisa belajar mengurangi penggunaan berbagai macam barang yang nantinya akan menimbulkan sampah. “Setiap orang juga harus bisa memilah sampah. Untuk mengurangi pencemaran lingkungan karena sampah,” ujar Elfiani.

Senada dengan Elfiani, Perwakilan Komunitas Peduli Sampah Gunung, Taufik Nurdin mengatakan bahwa permasalahan sampah bukan hanya terasa di lingkungan sekitar saja. Tapi juga sudah mencemari dan membahayakan kehidupan makhluk hidup lainnya. Penumpukan sampah terjadi dimana-mana. Yang mengkhawatirkan adalah di daerah pegunungan. Gunung yang seharusnya dijaga dan dilestarikan, saat ini sudah berubah menjadi tumpukan sampah. Sampah ini diakibatkan oleh para pendaki gunung yang tidak bertanggung jawab.

“Sampai ada 5 ton sampah yang dihasilkan perminggunya. Jenis sampahnya pun beragam. Kebanyakan sih sampah kertas-kertas bekas tulisan dan tisu. Ada lagi kemarin kita mengumpulkan sampah bekas puntung rokok dari gunung yang mencapai 2 ton,” kata Taufik.

Pencemaran lingkungan oleh sampah saat ini sudah pada tingkat kritis atau sangat membahayakan. Berbagai kebijakan pemerintah pun nampaknya belum terlalu efektif menangani masalah ini. Kesadaran dan kepedulian dari diri sendiri sangat dibutuhkan untuk  masa depan bumi ini. “Jadilah seorang perubah atau Agent Of Change yang bisa membawa perubahan kearah yang lebih baik. Kalau bukan kita, siapa lagi? Kalau bukan sekarang, kapan lagi?,” pungkas Elfiani.

Reporter : Nunung Nurhayati / Magang

Redaktur : Edi Prasetyo

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas