Menjaga Kampus Islam Dengan Islam

Date:

- Advertisement -

Aturan Islam: Batas-Batas Penjaga yang Menyelamatkan

Mari kita menyimak kalimat-kalimat yang dipesankan Rasululloh SAW kepada seorang anak muda yang kelak akan menjadi salahseorang tokoh besar Islam yaitu Ibnu Abbas, Sang Pemuda Tua. Abdullah bin ‘Abbas –radhiyallahu ‘anhuma– menceritakan, suatu hari saya berada di belakang Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Beliau bersabda, “Nak, aku ajarkan kepadamu beberapa untai kalimat: Jagalah Allah, niscaya Dia akan menjagamu. Jagalah Allah, niscaya kau dapati Dia di hadapanmu…”

Pesan yang sangat dalam maknanya, terlebih disampaikan kepada seorang anak muda. Mungkinkah seorang pemuda-pemudi yang menjaga Alloh akan melakukan perzinahan? Atau sekedar mendekati perbuatan zina? Atau menampakkan aurat atas nama mode dan perkembangan zaman? Padahal Alloh secara jelas memerintahkan untuk menutupnya? Menurut saya, sangat kecil kemungkinan dilakukan karena itu bertentangan dengan makna menjaga Alloh itu sendiri. Seseorang yang menjaga Allah artinya menjaga diri dari mendekati -apalagi melakukan- hal-hal yang diharamkan Alloh serta menjaga penunaian segala perintah-perintahNya.

Dalam hadits lain ditegaskan bahwa batas-batas penjaga yang Alloh tetapkan untuk menyelamatkan manusia adalah apa-apa yang diharamkannya.

“Sesungguhnya yang halal itu jelas dan yang haram itu juga jelas, namun di antara keduanya ada banyak perkara yang samar (syubhat) yang tidak diketahui oleh banyak orang. Maka, barangsiapa yang menjauhi perkara yang samar (syubhat), ia telah menjaga agama dan kehormatannya. Dan barangsiapa yang jatuh (mengerjakan) pada perkara-perkara syubhat, sungguh dia telah jatuh pada perkara yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di sekitaran hima (tanah larangan) yang dikhawatirkan akan memasukinya. Ketahuilah bahwa setiap raja memiliki batasan, dan ketahuilah bahwa batasan Allah ialah apa-apa yang diharamkanNya. Dan ketahuilah bahwa setiap tubuh ada segumpal darah yang apabila baik maka baiklah tubuh tersebut dan apabila rusak maka rusaklah tubuh tersebut. Ketahuilah, ia adalah qalbu” (HR Muslim)

Seseorang yang melakukan ketaatan dan menjauhi kemaksiatan adalah seseorang yang menjaga Alloh dan Alloh berikan pujian. Sementara Hak Alloh yang paling besar yang harus kita jaga sebagai sebagai hambaNya adalah beribadah tanpa menyekutukannya dengan apapun.

Jika seseorang telah menjaga Allah dengan menjaga hak, perintah, dan larangan-Nya, maka konsekuensinya Allah akan mengganti dengan yang lebih baik: “Niscaya Allah akan menjagamu.” Orang yang bersedia untuk menjaga Allah maka Allah akan membalasnya dengan penjagaan pula, bahkan penjagaan Allah tentu sebaik-baik penjagaan. Sebagaimana yang Allah janjikan dalam firmanNya:

“Bagi manusia ada malaikat-malaikat yang selalu bergiliran menjaganya dari depan dan dari belakang, mereka menjaganya atas perintah Allah.” (QS. Ar Ra’du: 11)

Menjaga Allah, Inilah kunci untuk menjaga kampus Islam agar senantiasa terdepan dalam membela kebenaran, menorehkan prestasi dan membawa nama yang harum yang tak lekang oleh zaman. Menjaga Alloh yang berarti berkomitmen untuk mentaati segala aturan Islam dengan menjalankan kewajiban dan meraih tambahan dengan perkara sunnah dan tentu saja dengan menjauhi segala bentuk keharaman yang telah Alloh tetapkan tanpa pilah-pilah.

Penjagaan ini memang akan sempurna terwujud ketika ada negara yang akan menerapkan seluruh syariah Islam secara kaafah mulai dari sistem pendidikan, sistem hukum, sistem sanksi, sistem ekonomi, sistem media informasi, sistem sosial, dan semua sistem yang lainnya tanpa kecuali. Inilah yang harus kita perjuangkan penegakkannya sehingga keharaman tak akan lagi dibiarkan dan kebaikan menjadi perkara yang dilombakan oleh indivdu-individu masyarakat. Langkah perjuangan yang berarti mau melakukan revolusi berfikir di tengah-tengah masyarakat.

Share post:

Popular

Berita Terkait

Ketika Kritik Dibalas Umpatan, Menyoal Etika Komunikasi Presiden Prabowo

Oleh: Adhiim Hafiidh* SUAKAONLINE.COM – Lisan seorang kepala negara bukan...

Pengumuman Kelulusan Anggota Muda LPM Suaka Tahun 2026

Berikut nama-nama yang lulus menjadi anggota LPM Suaka tahun...

Surat Pembaca: Ketika Atlet Dibutuhkan untuk Bertanding, Siapa yang Bertanggung Jawab Saat Mereka Cedera?

Oleh: Meyta Azhar Mariska* Prestasi olahraga sering menjadi kebanggaan sebuah...

Takut Bicara di Negeri Sendiri

“Dalam ketidakadilan, diam adalah bentuk persetujuan terhadap penindasan.” Sebuah...