Infografik

Momentum Hari Puisi Nasional: Menyelami Jejak Sastra Di Indonesia

SUAKAONLINE.COM.Infografis – Berbicara puisi, maka erat kaitannya dengan karya sastra yang sarat akan makna dan estetika di tiap untaian katanya. Secara historis, di Indonesia sendiri perjalanan puisi berawal dari karya sastra kuno pada kerajaan-kerajaan terdahulu yang ditulis menggunakan bahasa sansekerta. Tak lekang dimakan zaman, karya sastra tersebut semakin berkembang menjadi puisi modern dengan ciri khas di setiap eranya.

Mengawali sejarah era modern, Muhammad Yamin dengan karyanya yang berjudul “Tanah Air” menjadi sajak modern pertama di Indonesia yang terbit dalam Jong Sumatra No. 4 Tahun III, April 1920. Puisi tersebut bersifat nasionalisme dan bermakna akan kekagumannya terhadap tanah kelahirannya yaitu Sumatera. Jejak langkah Yamin pun disusul oleh penyair selanjutnya yang terbentuk pada angkatan sastra modern pertama, Angkatan Pujangga Baru”.

Sejak saat itu, terjadi persambungan sejarah kesusastraan dari periode ke periode. Setiap generasi memiliki perbedaan dan ciri khas sajak yang dipengaruhi oleh keadaan sosial dan politik bangsa Indonesia kala itu. Saat terjadinya pergeseran kekuasaan politik era Reformasi, karya sastra pun semakin berkembang dengan munculnya novel, cerpen, dan puisi yang semakin modern.

Sehubungan dengan itu, perkembangan puisi di Indonesia pun tak lepas dari peran penyair yang mewarnai periodesasi sastra di Indonesia. Salah satu penyair terkemuka yaitu Chairil Anwar yang dijuluki “Si Binatang Jalang” dari karyanya yang berjudul “Aku”. Mengutip Tirto.id, pelopor angkatan 45 ini telah menulis 94 karya, yang terdiri dari 70 sajak asli, 4 saduran, 10 sajak terjemahan, 6  prosa asli, dan 4 prosa terjemahan.

Untuk mengenang karya dan jasanya, maka pada 28 April yang mana hari wafatnya Chairil Anwar diperingati sebagai Hari Puisi Nasional. Namun, tak pernah ada penetapan ataupun deklarasi yang menjadikan tanggal kematian penyair itu sebagai Hari Puisi Nasional. Sampai saat ini pun, belum diketahui persis siapa yang mencetuskan tanggal 28 April sebagai Hari Puisi Nasional yang mana mulai booming pada tahun 2016 di sosial media bahkan hingga sekarang.

Kendati sesungguhnya, pada 22 November 2012 telah ada pendeklarasian dan penetapan yang dihadiri 40 penyair dari seluruh Indonesia untuk memperingati Hari Puisi Indonesia. Hasil rumusannya menetapkan bahwa tanggal 26 Juli sebagai Hari Puisi Indonesia yang mana bertepatan dengan tanggal kelahiran Chairil Anwar. Penggagas dari deklarasi sendiri adalah penyair senior yang bernama Rida K. Liamsi.

Terlepas dari hal itu semua, hari Puisi Nasional menjadi momentum penting dalam dunia sastra dan kebahasaan Indonesia. Selain mengenang jasa pahlawan sastra yang melegenda, momentum ini diharapkan dapat menumbuhkan kembali rasa cinta akan bahasa dan semangat untuk berkarya melalui tulisan dan literasi dengan deretan sajak penuh makna.

Peneliti : Intan Faizatul Wida/Suaka

Sumber : Berbagai sumber

Desain : Arie R Prayoga/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas