" > 3 mnt membaca"> Anggaran KKN Sisdamas 2019 Dibatalkan - Suaka Online
Kampusiana

Anggaran KKN Sisdamas 2019 Dibatalkan3 mnt membaca

dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Kurang dari satu bulan lagi, pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata Berbasis Pemberdayaan Masyarakat (KKN Sisdamas) 2019 masih menuai polemik. Tuntutan mahasiswa yang akan melaksanakan KKN belum terpenuhi oleh pihak Lembaga Penelitian dan Pengembangan Masyarakat (LP2M). Tuntutan tersebut meliputi transparansi dan pemerataan dana KKN Sisdamas 2019.

Pasalnya pada Rapat KKN Sisdamas pada 10 Mei lalu, Kepala LP2M, Ramdani Wahyu, memberikan penjelasan bahwa akan ada 10 proposal yang akan mendapatkan pembiayaan KKN dari pihak kampus. Seperti yang diketahui dana yang masuk ke LP2M mencapai 1,8 Miliar. Namun saat ditemui di ruang kerjanya, Ramdani mengatakan rencana proposal tersebut dibatalkan. Ia tidak mau menyebutkan alasan kenapa rencana proposal tersebut dibatalkan.

“Itu kan (proposal – Red) dibatalkan. Nanti akan saya sampaikan pada saat pembekalan. Tanggalnya bisa berubah sesuai kondisi nanti,” jelasnya, Rabu (3/7/2019).

Meskipun begitu peserta KKN masih belum bisa menerima tuntutan yang mereka sampaikan pada rapat KKN lalu. Salah satunya adalah mahasiswi jurusan Bahasa dan Sastra Inggris, Anggia Rahma yang masih bertanya-tanya mengenai keterbukaan LP2M. Dirinya menaruh curiga sebab sikap LP2M yang seolah menutup-nutupi sesuatu.

“Waktu di Aula (Rapat KKN – Red) kan itu kita minta kesepakatan LP2M untuk terbuka mengenai anggaran KKN dan minta untuk tanda tangan. Tapi LP2M menghindar, dan setiap ditanya mengenai ini pun seolah menghindar. Ini menjadi kegelisahan kami. Sampe sekarang pun belum ada kejelasan,” tutur Gia.

Sambung Gia, ia mendengar LP2M akan memberikan anggaran dana sebesar 500 ribu untuk setiap kelompok KKN Sisdamas 2019. Dana tersebut menurut pengetahuannya akan dialokasikan untuk konsumsi dan transportasi pemberangkatan peserta KKN Sisdamas 2019. “Kami hanya butuh kejelasan. Transparansi dana harus jelas. Sisa anggaran yang diberikan itu kan masih banyak dan kami sampai sekarang belum tau dana itu kemana,” tegas Gia.

Baca juga:  Bandung dari Balik Lensa 3.0 Angkat Tema City Life

Hal serupa juga disampaikan oleh mahasiswa jurusan Ilmu Al-quran dan Tafsir, Hasbi Nawawi. Ia tetap menginginkan permasalahan ini harus diselesaikan. Dirinya tidak setuju  mengenai tuntutan mahasiswa peserta KKN yang akan dijelaskan LP2M pada pembekalan nanti. Sebab jarak antara pembekalan dengan pelaksanaan KKN hanya berselang satu minggu, dan waktu tersebut dirasa tidak cukup  untuk menyelesaikan tuntutan-tuntutan mahasiswa.

Ia berpendapat seharusnya pembekalan itu sudah keputusan final antara LP2M dan tuntutan mahasiswa peserta KKN. “Saya butuh sikap tegas dari LP2M kalau memang benar pusat pengabdian masyarakat. Ya supaya mahasiswa dapat fasilitas materil dan moril yang baik,” ungkapnya ketika ditemui di depan Gedung Lacture Hall UIN SGD Bandung.

Hasbi juga mengetahui dana 500 ribu yang akan diberikan oleh LP2M ke setiap kelompok KKN Sisdamas 2019. Ia juga mendengar LP2M akan mengalokasikan dana untuk transportasi pemberangkatan, namun tidak dengan kepulangan. Dirinya mengaku tidak meminta uang, tapi meminta hak mahasiswa dan menginginkan kejelasan, keterbukaan, dan keadilan. Karena di dalam dana 1,8 Miliar itu terdapat uang mahasiswa.

Mengenai anggaran yang sudah didengar beberapa mahasiswa, pihak LP2M membenarkan hal itu. Ramdani mengatakan dirinya mengusahakan akan memberikan dan meratakan anggaran kepada setiap kelompok sebesar 500 ribu dan biaya transportasi pemberangkatan peserta KKN Sisdamas 2019.

“Iya benar, setiap kelompok akan diberi anggaran 500 ribu untuk konsumsi, dan anggaran lain berupa transportasi pemberangkan peserta KKN 2019. Untuk transportasi kepulangan belum kita bicarakan,” jelasnya. Namun saat dimintai keterangan lebih lanjut mengenai sisa dana yang ada, ia masih belum bisa memberikan jawaban, ia hanya menjawab akan disampaikan pada saat pembekalan nanti. 

 Reporter : Rizky Syahaqy

Baca juga:  Konferensi Pers Persidangan Perdana Aan Aminah F–Sebumi : Hentikan Pemberangusan terhadap Serikat Buruh

Redaktur : Lia Kamilah

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas