Kampusiana

Rektor Cup: Ajang Silahturahmi Civitas Akademik UIN SGD Bandung

Pasangan ganda putra Muhammad Rivan Al Fiqr dan Adib Fadhlurrohman bermain di set penyisihan untuk maju ke babak Final di GOR UIN SGD Bandung, Rabu (5/7/2023). (Foto: Dheny Puspitasari/Suaka).

SUAKAONLINE.COM – Persatuan Badminton Mahasiswa (Perbama) UIN SGD Bandung menggelar Rektor Cup di GOR Badminton UIN SGD Bandung mulai dari Senin (3/7) hingga Rabu (5/7/2023). Acara ini mengusung tema “Memperkuat Kekeluargaan Antar Civitas Akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung Dengan Menjunjung Tinggi Nilai Sportivitas” dan diikuti oleh 21 pasang ganda putra dari berbagai elemen kampus UIN SGD Bandung.

Ketua pelaksana, Delly Alfianoor menjelaskan bahwa acara ini digelar untuk menyambung tali silahturahmi antar civitas akademika dalam ruang lingkup kampus. Tidak hanya dimeriahkan oleh mahasiswa saja, tetapi dosen, satpam, hingga pegawai kampus UIN SGD Bandung pun diperbolehkan mengikuti ajang Rektor Cup.

“Tujuannya sih sebenernya ingin menekankan juga ke semua fakultas juga gitu bahwa di lingkup UIN atau di lingkup universitas itu, tidak hanya untuk menjunjung silahturahmi antar mahasiswanya saja tapi pada dosen-dosennya juga perlu gitu untuk adanya pendekatan persaudaraan antar tiap fakultas” Papar Delly saat diwawancarai di GOR UIN SGD Bandung, Rabu(5/7/2023)

Ia pun menambahkan bahwa terdapat beberapa kendala yang harus dihadapi demi terselenggaranya acara ini. Mulai dari persiapan yang mepet, jadwal pendaftaran dan pertandingan yang dipercepat agar tidak menghambat KKN, partisipan yang kurang, hingga pertandingan yang harus disesuaikan dengan jadwal dosen mengajar.

“Paling kendalanya tuh karena kan persiapannya kami tuh di sini cuman beberapa minggu karena asalnya tuh kan mau tanggal 10, nah ternyata tanggal 11 nya tuh mahasiswa yg semester 6 nya itu KKN, jadi dimajuin gitu seminggu jadi tgl 3. Nah maka dariitu kendalanya mungkin dari peserta tidak sesuai dari harapan. Kan harapan kami peserta itu targetnya itu 32 pasang tetapi yang daftar hanya 21 pasang tapi alhamdulillahnya banyak juga sih support system dair yang lainnya,” jelasnya.

Meski demikian, Pertandingan tetap berjalan sangat meriah dengan diikuti teriakan semangat para supporter dari kalangan mahasiswa, dosen, dekanat, satpam hingga staf perpustkaan. Keramaian tersebut bertambah riuh saat para dua tim pesaing, Dudang Godjali dan Naufal Muhammad melawan Asep Fitri dan Mochammad Taufik Abdillah untuk memperebutkan gelar juara satu di arena.

Seorang partisipan lomba, Muhammad Rivan mengatakan bahwa dirinya cukup kecewa karena tidak beruntung dalam pertandingan kali ini. Menurutnya, ia merasa sudah berusaha namun cidera harus menimpa pasangan gandanya Rifan Al-Fiqri. “Kesulitannya kesatu lawannya bagus juga ya, tapi pasangan saya tadi kan kakinya cedera ya jatuh, jadi saya juga bingung mainnya mau gimana. Mau nyemangatin terus juga dianya udah sakit, mau saya main sendiri juga gabisa,” jelas Rivan saat diwawancarai  suaka di GOR UIN SGD Bandung, Rabu (6/7/2023).

Ia pun merespon baik terhadap Rektor Cup karena telah membawa keseruan dan menjadi ajang silaturahmi antar mahasiswa, dosen dan civitas akademik lainnya. “Kesannya seru ya, jadi silaturahmi untuk ajang mahasiswa, dosen, dan civitas lainnya di kampus UIN Bandung ini. Pesannya, sudah bagus sih sejauh ini, pesannya semoga pesertanya nambah lagi pesertanya di tahun depan, udah itu aja,” pungkasnya.

Reporter: Dheny Puspitasari/Suaka

Redaktur: Muhammad Fajar Nurohman/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas