
SUAKAONLINE.COM – Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Al-Jabbar membagikan 1.000 takjil gratis selama bulan suci Ramadan 1445 H. Masjid yang terletak terletak di Kecamatan Gedebage, Kota Bandung sebagai tempat religi dan peribadatan umat Muslim dengan arsitektur unik ini ramai dikunjungi wisatawan.
Pada kesempatan Ramadan kali ini, DKM Al-Jabbar telah mencanangkan beberapa program terbaru. Salah satu pengurus DKM Al-Jabbar, Muhammad Yassir mengatakan bahwa program perdana ini bernama Ramadan Gebyar Festival. Kegiatan tersebut akan dimulai pada tanggal 24 Maret 2024 yang di dalamnya mencakup agenda berbagai macam perlombaan dan penampilan kesenian Islam.
“Kategori perlombaan yang akan ada dalam acara Ramadan Gebyar Festival ada lomba azan, murottal, tahfidz, kaligrafi, dan lainnya. Ada juga tampilan kesenian Islam seperti panggung hadroh dan marawis. Saya harap dengan adanya kegiatan ini, menarik banyak pengunjung, yaa perkiraan jumlah di atas 100 hingga 200 ribu orang”, ujar Yassir, Rabu (20/3/2024).
Lebih lanjut Yassir menjelaskan bahwa ada perbedaan program Ramadan tahun lalu dengan tahun ini. Diantaranya adalah pergantian jam kunjung masjid untuk iktikaf. Tahun lalu kegiatan iktikaf dilaksanakan dengan membuka masjid 24 Jam, sekarang hanya sampai pukul 23.00 dan kembali dibuka jam 03.00 waktu sahur. Yassir mengatakan, tabligh akbar dan pembagian takjil menjadi program utama Ramadan tahun ini.
Kegiatan 1.000 takjil gratis kepada pengunjung Masjid Al-Jabbar setiap harinya selalu berhasil menarik pengunjung untuk datang ke Masjid Al Jabbar. Dengan program-program tersebut, pihak DKM berharap Masjid Raya Al-Jabbar dapat menjadi ajang silaturahmi dan ajang dakwah sesuai dengan slogan berwisata religinya yang di mana selain beribadah, pengunjung juga bisa berwisata.
Seorang mahasiswa UIN SGD Bandung, Muhammad Gibran, mengungkapkan alasan dirinya sering berkunjung ke Masjid Raya Al-Jabbar saat diwawancarai melalui pesan WhatsApp “Setiap ada kajian menjadi semakin betah berada di Al-Jabbar, semakin kangen gitu suasana nya tuh seperti di Masjid Quba, yang menarik juga tokoh agama yang diundang menjadi penceramahnya,” ujarnya.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pengunjung yang baru pertama kali mengunjungi Masjid Raya Al-Jabbar, Muttaqin mengungkapkan bahwa ia sangat menyukai kegiatan kajian dan takjil gratis yang ada di Al-Jabbar, karena dapat bermanfaat dan meningkatkan produktivitas masyarakat sekitar. Dirinya juga menilai program yang dilaksanakan oleh Al-Jabbar itu bernilai positif.
“Saya rasa hal-hal seperti ini tuh memang sebaiknya dilaksanakan di banyak tempat ya, tidak hanya di Al-Jabbar tapi bisa menjadi contoh untuk menjadi masjid-masjid lainnya. Terutama masjid besar di setiap provinsi. Karena dengan begini meningkatkan jadi aktivitas, aktivitas di masjid nya itu semakin lebih banyak, semakin lebih hidup suasana di masjidnya,” ungkap Muttaqin.
Reporter : Annisa Nur Hanifah/Magang
Redaktur : Zidny Ilma/Suaka

