" > 1 mnt membaca"> Tabloid Suaka News Edisi XXIV 2005 - Suaka Online
Epaper

Tabloid Suaka News Edisi XXIV 20051 mnt membaca

Tabloid Suaka News Edisi XXIV 2005

Editorial

Transparansinya, mana?

suaka-news-edisi-24-2005Uang suatu alat penunjang yang dibutuhkan dalam dunia sekarang ini. Karena itu menjadi hal yang sangat lumrah untuk dipersoalkan. Apalagi hidup sekarang ini. Dimana BBM naik dan segala macam kebutuhan lainnya juga ikut naik, orang sangat membutuhkan uang.

Tak perlu munafik, kita kuliah memang membutuhkan uang namun uang bukanlah segalanya. Meski karena dengan uang kita dapat kuliah sebab dari sistem SKSpun harus dibayar dengan uang. Selain itu fasilitas yang kita rasakan juga adalah dari uang mahasiswa. Semua pegwai di kampus ini juga digaji dengan uang.

Namun, kampus yang baru berubah nama menjadi Universitas Islam Negeri ini, sebelumnya memiliki problem keuangan. Misalnya soal tuntutan mahasiswa untuk dihapusnya Dana Penunjang Kegiatan Akademik (DPKA), samapai-sampai mahasiswa mogok makan untuk dihapuskannya dana itu dan akhirnya dana itu dipaus juga oleh pihak rektorat.

Selain itu, ada kasus yang hampir sama mendekati DPKA yaitu dana Iqomah yang ditarik oleh rektorat terhadap mahasiswa baru sebesar 100 ribu rupiah. Katanya dana ini digunakan untuk meleengkapi fasilitas-fasilitas yang tidak tercover oleh dana bantuan pemerintah untuk kampus ini. Namun walaupun dana Iqoah dinilai tidak jelas dan tidak ada tranparansinya kepada mahasiswa. Lantas untuk apa dana itu digunakan dan kemana sajakah?

Sebaik-baiknya bangkai disimpan rapih tetap akan tercium baunya, pepatah ini mungkin sebuah kritik untuk pejabat atau orang yang menggunakan dana Iqomah agar memberikan transpraransi terhadap penggunaan dana ikatan orang tua mahasiswa. Dialokasikan kemana dan digunakan untuk apa. Karena itu permasalahan dana memang sensitif di kampus ini. Agar tidak terjadi hal yang serupa terhadap DPKA akan lebih baik pihak terkait melakukan transparanasi dana Iqomah. Karena mahasiswa adalah bukanlah anak kecil yang dapat dibodohi juga bisa dianggap remeh, Ok! [Redaksi]

 

 

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas