Oleh Ahmad Andrias Nugroho*
____
Terbaring Lesu
mawar merah
tak berseri seperti dulu
tangkainya yang rapuh
daunnya pucat
bak bunga yang tak mekar kembali
bernadakan do’a selalu mengiringi
berhiaskan dzikir-dzikir ilahi disela nafasmu
kupanjatkan doa selalu
mengiringi setiap hela nafasmu
mata yang sayu bak lembayung senja
tak sanggup ku memandangnya
oh tuhan, ku ingin melihatnya kembali berseri
di setiap sela-sela rinduku
ku selipkan salam doa dan cinta
semoga mawar merahku kembali berseri seperti dulu
____
Merindumu
langit hitam kelam
kilatan cahaya silih berganti
mengguncang bumi kembang
terang berganti hitam kelam
mengguyur bumi kembang nan asri
duduk termenung mengharap kehadirannya
sepotong rindu tersisip dalam dada
ingin ku mendekap dan menyentuhnya
namun apa daya tak kuasa
ku menahan dekapan rindu ini
ditengah kilatan cahaya yang silih berganti
tapi ingin ku raih hasratmu
dengan penuh pesona kerinduan
____
*Penulis adalah mahasiswa Bahasa dan Sastra Arab, Fakultas Adab dan Humaniora UIN SGD Bandung.

