Lingkungan dan Kesehatan

Tim Rescue Medis Siaga Dalam Gelaran Aksi di Gedung Sate dan DPRD

Seorang mahasiswa mendapat pertolongan pertama di dalam mobil ambulan dari tim rescue medis, Senin (11/4/2022). (Foto : Yopi Muharam/Suaka).

SUAKAONLINE.COM – Tim medis dari Yayasan Gerbang Sedekah Rescue (YGSR) ikut dalam pengamanan aksi yang digelar di Gedung Sate dan DPRD, pada Senin (11/4/2022). Tim YGSR ini terbagi kedalam dua titik pengamanan, satu dari Gedung DPRD dan satunya lagi di Gedung Sate.

Koordinator lapangan tim rescue, Asep Nugraha mengatakan bahwa yayasan sedekah ini murni dari gerakan relawan yang sedia bekerja untuk membatu pendemo jika ada yang sakit atau terjadi kericuhan hingga menyebabkan korban. Total dari relawan ini berjumlah puluhan, ditambah dengan armada ambulan 10 unit dan beberapa motor medis.

“Yayasan sedekah dan teman relawan bekerja untuk membantu kalau ada apa-apa di aksi ini. Jadi, dalam aksi ini pasti ada yang sakit, kena hujan, hipotermia, kalau kedinginan atau maag-nya kena. Nah, disitu kita berperan diunit kemanusiaan,” ujarnya saat diwawancarai selepas massa aksi bubar, Senin (12/4/2022).

Ia mengatakan bahwa dalam aksi ini sudah ada 20 orang yang mendapat pertolongan medis, mulai dari terkena hiportemia karena kehujanan, asma, sampai maag. Tim YGSR telah menyiapkan beberapa obat-obatan dan sejumlah peralatan medis lainnya.

“Di sini kita bawa oksigen, selimut, peralatan medis nya untuk prokes keselamatannya kalau ada luka-luka (jika sampai -Red) dijahit, atau cek saturasi oksigennya,” lanjutnya.

Lebih lanjut lagi, tim YGSR juga menyiapkan tempat steril yang jauh dari titik aksi guna menghindari hal yang tidak diinginkan. “Paling untuk chaos, paling parah ya dari gas air matanya itu. Kita relawan-relawan medis punya jalur sendiri (agar) tidak terganggu apa-apa,” terangnya.

Mahasiswa dari Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (Stikes) Dharma Husada, Febri Agung mengatakan bahwa aksi ketika diguyur hujan tidak baik untuk kesehatan. Ditambah lagi jika kebanyakan menghirup asap dari ban yang terbakar, efeknya akan berbahaya. ”Efek sampingnya mungkin bisa jadi asma, terus gagal jantung juga bisa sama seperti rokok,” kata Agung.

Ia pun melanjutnya ketika hendak berbuka puasa untuk banyak-banyak meminum air guna mendapat cairan dalam tubuh. “Pertama air putih, karena setelah sahur kita menahan dahaga dan lapar, mungkin setelah buka puasa kita harus meminum air putih yang banyak supaya menggantikan cairan yang di keluarkan,” tutupnya.

Reporter : Mohamad Akmal Albari/Magang

Redaktur : Yopi Muharam/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas