Puisi: Saat Merah Menjalar

Date:

- Advertisement -

Saat merah menjalar di gigir pantai,
air menderu mencari jejaring kelam,
kau menugar luka dalam jeritan panjang,

seperti lidah badai menggerogoti batu,
lalu tanganmu mengais serpihan rindu,

kemudian kau torehkan kekecewaan,
pada hamparan kulit wajahmu pucat,
kau sumpahi udara beracun,
berpaling dari bayangan sendiri,

meski kepedihan itu menjadi penjara,
tapi kau selalu merindukannya,
kau berusaha mencari di luka tubuhmu.

Dan kau tahu, tubuhmu semakin terasa asing.

Share post:

Popular

Berita Terkait

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...

Sujud yang Tertinggal

Sujudku masih tergesasalatku terbuang di ujung waktuazan berkali lewat...