Bumi Pertiwi

Date:

- Advertisement -
Ilustrasi : Karina Amartia/Suaka

Oleh : Fauzia Rahmawati*

Jiwa yang berkorban 

Demi secercah pengakuan

Mengaum menanyakan keadilan

Yang tak kunjung datang

…

Sudahkah putra putri Pertiwi sadar?

Dimana harus merintih

Dimana harus menggemakan dada

Menyulut semangat yang membara

…

Mencerca pilu yg tak kunjung usai

Menahan lara yg kian berderai

Lelah yang terus meremas

Menggerogoti raga hingga usang

…

Sabang sampai Merauke menjerit

Membangkitkan jiwa yang terus berkobar

Untuk satu kata

Merdeka!!!

…

Kilas generasi

Kini tinggal berpangku tangan

Mengecap surga di ufuk timur

Menuai damai persatuan

*Penulis merupakan mahasiswa jurusan Hukum Ekonomi Syariah semester dua dan merupakan anggota magang LPM Suaka

Share post:

Popular

Berita Terkait

Aku Yang Bisu

*Oleh: Qarin Qurnaeni Katanya, aku napas bumiKatanya, aku layaknya urat...

Merdeka, untuk siapa?

*Oleh: Imam Syaban Abdurrahman Delapan puluh satu tahun telah berlalu,bendera...

Sayang, Aku Perempuan

*Oleh: Qonita Razinatul Amani Sayang, aku perempuan Aku lahir bersama...

Di Antara Sembilan Kursi

Mentari pagi mulai merangkak naik, mengantarkan langkah kaki Andre...