" > 3 mnt membaca"> Deteksi Keaslian Tulisan dengan Plagiarism Checker - Suaka Online
Kampusiana

Deteksi Keaslian Tulisan dengan Plagiarism Checker3 mnt membaca

Kepala perpustakaan, Ija Suntana, menunjukkan bagaimana proses pengecekkan tulisan untuk membuktikan sebuah tulisan plagiat atau tidak, di perpustakan UIN SGD Bandung, Selasa, (20/2/2018). (Abdul Azis Said/ Magang)

SUAKAONLINE.COM – Kemajuan teknologi memungkinkan setiap orang dapat mengakses banyak situs yang memberikan informasi demi kepentingan pribadi, salah satunya kepentingan tugas. Selain memiliki dampak positif, internet juga cenderung menimbulkan kebiasaan buruk terutama bagi mahasiswa yang dengan mudahnya menyalin tulisan dari internet tanpa mengutip sumber asli tulisan tersebut. Perilaku tersebut cenderung mengarah pada pencurian tulisan.

UIN SGD Bandung mempunyai solusi terkait hal tersebut, perpustakaan menyediakan aplikasi plagiarism checker yang berguna untuk melakukan pengecekan keaslian tulisan mahasiswa maupun dosen dalam penyusunan tulisannya, baik untuk pengajuan skripsi, jurnal ilmiah, tesis, maupun disertasi.

Menurut Kepala Perpustakaan, Ija Suntana, adanya plagiarism checker ini bertujuan untuk mengamankan tulisan dari orang yang tidak bertanggung jawab dan mengenali sumber asli dari tulisan yang diambil, sehingga tindak copy paste dari internet akan mudah diketahui.

“Tujuannya satu, untuk mengamankan tulisan supaya tidak bermasalah di kemudian hari. Kalau misalnya ada mahasiswa yang menulis kemudian tulisan tersebut dari hasil mencuri tulisan orang, mahasiswa tersebut bisa digugurkan kesarjanaannya, karena itu disebut plagiasi, yang kedua untuk mempermudah mahasiswa mengenali sumber-sumber yang susah dilacak tapi di copy paste dari internet, nanti diberitahukan bahwa mahasiswa tersebut mencurinya dari sini, jadi diketahui seberapa persen mencurinya,” ujarnya, Selasa (20/2/2018).

Dalam pengoperasiannya, plagiarism checker nantinya tidak hanya diterapkan bagi mahasiswa tingkat akhir ketika mereka mengajukan skripsi, tetapi semua mahasiswa, termasuk mahasiswa semester awal. Tugas-tugas harian mahasiswa yang berbentuk karya tulis seperti makalah, juga tak luput dari pemeriksaan aplikasi tersebut. Pihak universitas telah berlangganan 1.100 akun untuk seluruh dosen, yang nantinya dapat digunakan oleh setiap dosen untuk mengakses aplikasi ini.

Baca juga:  Hari Raya Galungan, Maknai Kebaikan Melawan Keburukan

Walau telah diterapkan hampir setahun aplikasi ini belum optimal, pasalnya pengoperasian aplikasi plagiarism checker diserahkan kepada masing-masing fakultas, sehingga waktu pelaksanaan penerapan aplikasi tersebut berbeda-beda tiap fakultasnya. Sementara itu, untuk pengoperasian secara seragam rencananya akan dimulai pada bulan April tahun ini.

Pengecekan hasil tulisan dari tugas mahasiswa yang diberikan ialah dalam bentuk soft file. Lalu tulisan tersebut akan dimasukkan ke dalam aplikasi, untuk hasilnya akan langsung muncul di layar setelah beberapa detik. Dalam layar yang menampilkan hasil pengecekan itu, akan terdeteksi seberapa banyak (dalam bentuk %) tulisan tugas atau skripsi itu mengambil dari tulisan orang lain, terdapat pula daftar sumber asli tulisan tersebut, sehingga dapat diketahui ketika mengambil tulisan orang lain tetapi tidak menuliskan darimana sumber tulisan tersebut.

Ija menambahkan, terdapat batas-batas maksimum dari kesamaan tulisan yang boleh ada dalam tugas akhir yang dibuat oleh mahasiswa. Semakin tinggi jenjang pendidikannya, maka semakin kecil toleransi terhadap kemiripan tulisannya. Untuk pengajuan skripsi batas maksimumnya ialah 40%, Tesis 30%, sementara Disertasi 20%. Ia juga mengatakan bahwa skala pengecekannya bukan hanya karya tulis yang ada di kampus, tetapi juga karya tulis ilmiah dalam skala internasional.

Mahasiswa semester 8 jurusan Hukum Tata Negara, Ahmadsyah memberikan respon positifnya terhadap aplikasi tersebut. “Dengan adanya aplikasi itu, rasanya sangat baguslah, dengan aplikasi itukan hasil karya ilmiah mahasiswa itu lebih baik dan tidak mencaplok karya orang lain sehingga dapat membantu agar tulisan itu benar-benar orisinil” tegasnya, Rabu (20/2/2018).

 

Reporter : Abdul Azis Said/ Magang

Redaktur : Muhamad Emiriza

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas