Lintas Kampus

Evaluasi Dua Tahun Jokowi, Mahasiswa Gelar Aksi di Depan Gedung Sate

Mahasiswa menunjukan poster berisi kritik dalam aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Jokowi dan Maruf Amin di Depan Gedung Sate , Kota Bandung, Rabu (20/10/2021). (Foto: Nurainun)

SUAKAONLINE.COM – Sejumlah mahasiswa yang tergabung dalam Poros Revolusi Mahasiswa Bandung (PRMB) mengggelar aksi evaluasi dua tahun pemerintahan Jokowi di Gedung Sate, Kota Bandung, Rabu (20/10/2021).  Aksi ini dilakukan dengan mengangkat permasalahan mengenai isu ekonomi, lahan agraria, lingkungan, hukum, kebijakan politik, dan isu lainnya.

Koordinator  Aksi Ilyas Ali Husni mengatakan tujuan aksi kali ini sebagai pemantik yang akhirnya akan membentuk gelombang yang lebih besar kedepannya. Dengan mengaktivasi ruang perlawanan dan upaya mengedukasi, beragam aspirasi turut disuarakan dari perwakilan seriap kampus.

Mengusung tagar #PemerintahGagalTotal dan #BadGoverment, Ilyas memaparkan banyak krisis terjadi sampai saat ini. Seperti krisis lingkungan dan iklim, pemberangusan lahan melalui Undang-Undang Minerba, krisis demokrasi yang kian dibiaskan, krisis pendidikan di situasi pandemi yang tidak efektif dan krisis pangan menjadi sebuah kemunduran dalam bidang ekonomi.

Selain itu kritik turut disampaikan Ilyas kepada pemerintah yang mencangkup dua hal yakni supremasi hukum dan supremasi sipil. Ia mengungkapkan bahwa kebijakan hari ini dilegitimasi untuk kepentingan oligarki dan kapitalis. “Sepenuhnya  muncul dari  kekuasaan yang sifatnya hari ini kembali kekuasaan tunggal. Di mana kebijakan tersebut beres di atas meja. Kebijakan yang dikeluarkan real dari beberapa pihak kelompok dominan, yang mana memberikan  legitimasi  untuk kepentingan oligarki dan  kapitalisasi di dalamnya,” ujarnya, Rabu (20/10/2021).  

Salah satu orator aksi Savana mengajak massa aksi untuk merefleksikan diri dan memaknai arti demokrasi. Dalam orasinya ia mempertanyakan arti Pancasila sila ke lima. “Artinya yang ditekankan di sini adalah rakyat yang mana? Jangan sampai rakyat ini adalah sekumpulan orang-orang yang justru semakin hari semakin berkuasa, semakin hari semakin  kaya,” ungkapnya.

Di akhir wawancara, Savana memiliki harapan aksi hari ini tetap menjaga nalar dan mengingatkan bahwa Indonesia sedang tidak baik-baik saja. “Teman-teman tetap menjaga ingatan menjaga nalar sehat merawat apa yang hari ini kita perjuangkan bersama. Saya ini hanya bisa memantik menyadarkankan teman-teman yang hari ini masih belum tergerak. Artinya sadarlah teman-teman bahwa hari ini Indonesia sedang tidak baik-baik saja,”tutupnya.

Reporter         : Hizqil Fadl Rohman

Redaktur        : Fuad Mutashim

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas