" > 5 mnt membaca"> Forum Dema-F UIN Bandung Keluarkan Surat Tuntutan untuk Kampus - Suaka Online
Kampusiana

Forum Dema-F UIN Bandung Keluarkan Surat Tuntutan untuk Kampus5 mnt membaca

Ilustrasi: Anisa Nurfauziah/Suaka

SUAKAONLINE.COM Pada Kamis, (7/5/2020) lalu, Forum Dewan Eksekutif Mahasiswa Fakultas (Dema-F) di ruang lingkup kampus UIN SGD Bandung keluarkan surat tuntutan dengan Nomor : 01/DEMA-F UIN SGD/IV/2020 terkait Evaluasi Kebijakan Sistem Akademik dan Perkuliahan Berbasis Daring, Perencanaan KKN-DR, dan UKT/SPP Bagi Mahasiswa di Lingkungan UIN SGD Bandung. Surat tuntutan tersebut ditandatangani oleh enam Dema-F, diantaranya Dema-F Sains dan Teknologi, Dema-F Dakwah dan Komunikasi, Dema-F Ushuluddin, Dema-F Syariah dan Hukum, Dema-F Tarbiyah dan Keguruan, dan Dema-F Adab dan Humaniora.

Menurut Ketua Umum Dema-F Tarbiyah dan Keguruan, M. Fariz Salman Zulkipli menyampaikan bahwa latar belakang penuntutan tersebut karena melihat kondisi saat ini pandemi COVID-19 yang berdampak pada keberlangsungan pembelajaran yang diberhentikan dan dialihkan menjadi daring. Namun dengan adanya pembelajaran daring tersebut menimbulkan keresahan bagi mahasiswa, karena belum adanya fasilitas yang memadai untuk menunjang keberlangsungan kegiatan tesebut, dan mahasiswa dituntut untuk mengeluarkan biaya yang lebih karena pembelajaran daring memerlukan kuota.

“Maka dari itu, kami atas nama Forum Dema-F di ruang lingkup UIN ingin memberi masukan ataupun menjadi penyambung aspirasi dari banyaknya mahasiswa yang terdampak oleh COVID-19 ini yang bisa disampaikan pada pemerintah pusat. Sehingga dapat suatu kebijakan khususnya di lingkungan kampus UIN SGD Bandung yang solutif akan permasalahan dan keresahan dalam pandemi ini,” jelasnya saat dihubungi via WhatsApp, Selasa (12/5/2020).

Lebih lanjut, Fariz mengatakan bahwa tuntutan tersebut sebelumnya telah melewati beberapa tahapan diantaranya adalah membuat ruang aspirasi di setiap Fakultas oleh Senat Mahasiswa Fakultas (Sema-F) dan birokrasi di setiap Fakultas. Namun, secara tindak lanjut dari birokrasi tersebut belum menghasilkan solusi yang kongkrit dan solutif. Setelah menunggu waktu yang cukup lama, akhirnya muncul kebijakan yang dikeluarkan universitas dengan memberikan kuota sebanyak 30 gb, namun kuota tersebut tidak dapat digunakan oleh semua aplikasi, sedangkan aplikasi yang dipakai sangat beragam.

Baca juga:  Inkonsistensi Kemenag dan Kampus: Tuntutan Keras Dibalas Harapan Palsu

Selain itu, pembatalan pemotongan UKT 10% pada semester depan yang sebelumnya dikeluarkan oleh Kemenag membuat Forum Dema-F di lingkungan kampus berkoordinasi bersama untuk membahas lebih lanjut permasalahan terkait fasilitas kuliah daring dan UKT dengan analisis dan data dari setiap Fakultas hingga melahirkan narasi yang sama, dan satu gerakan yang sama. Adapun tuntutan yang disampaikan oleh Forum Dema-F adalah:

1. Kami menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk  segera mengeluarkan Surat Kompensasi UKT/SPP sebesar 70%.

2. Atas tidak digunakannya fasilitas kampus dan atas dampak pandemi COVID-19 terhadap perekonomian mahasiswa/wali mahasiswa, kami menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk mengusulkan kompensasi UKT/SPP TA 2020 – 2021 pada Forum Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri untuk selanjutnya diajukan kepada Kementerian Agama Republik Indonesia agar diterbitkan Peraturan Menteri Agama atau Keputusan Menteri Agama Republik Indonesia Tahun 2020 tentang Kompensasi UKT/SPP mahasiswa sebagai bentuk Pengqobulan.

3. Kami atas nama Keluarga Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta jajaran agar memberikan fasilitas kuota gratis yang bersifat UNLIMITED sebagai perangkat pendukung efektifitas perkuliahan daring atau kegiatan akademik lainya (bimbingan, proposal,/skripsi, sidang, dan akses kepustakaan secara daring)  dan atau jika tidak hal demikian dapat memberikan hal yang bersifat materil lainnya, semisal uang sebesar Rp. 100.000,- /bulan untuk mahahsiswa aktif UIN Sunan Gunung Djati Bandung.

4. Kami menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta jajaran agar segera menyatakan sikap atas aspirasi yang telah disampaikan oleh mahasiswa di lingkungan UIN Sunan Gunung Djati Bandung, dengan membuat Press Release atau pernyataan sikap melalui Video Gram dan berkenan untuk kami undang dalam audiensi terbuka melalui aplikasi Zoom atau Teleconference.

5. Kami menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk memberikan fasilitas penunjang untuk pelaksanaan KKN-DR melalui surat ketetapan melalui pemberian kuota gratis yang bersifat UNLIMITED dan atau hal yang bersifat materil lainya.

Baca juga:  Mahasiswa UIN Bandung Raih Juara I Infografis Nasional 2020

6. Kami menuntut Rektor UIN Sunan Gunung Djati Bandung beserta jajaran agar segera menyusun regulasi dan ketetapan mengenai kompensasi UKT/SPP bagi mahasiswa akhir sebesar 80%.

7. Kami menuntut jajaran civitas akademika UIN Sunan Gunung Djati Bandung untuk tidak membebankan tugas berlebih kepada mahasiswa dalam perkuliahan yang dilakukan secara daring yang dapat mempengaruhi psikis mahasiswa.

8. Kami menuntut HUMAS UIN Sunan Gunung Djati Bandung agar memberikan respon konkrit terkait dengan surat tuntutan ini  begitu juga terkait dengan aspirasi lain yang sudah disampaikan sebelumnya. Bisa melalui Press Release dan Press Conference.

9. Jika ke semua poin aspirasi kami tidak mendapatkan respon dan atau pengqobulan, maka kami menyatakan sikap dengan tegas atas nama Keluarga Mahasiswa UIN Sunan Gunung Djati Bandung akan menolak pembayaran UKT/SPP di semester yang akan datang.

Menanggapi hal tersebut, Suaka mencoba menghubungi Wakil Rektor I Bidang Akademik, Rosihon Anwar, menurutnya tuntutan yang keluarkan oleh Forum Dema-F di lingkungan UIN SGD Bandung telah terima, dan juga telah dibahas bersama pimpinan Universitas. “Sudah ada rapat, nanti tiap Fakultas akan menyampaikannya. Jawabannya satu pintu melalui Warek III,” tuturnya saat dihubungi via WhatsApp, Sabtu (9/5/2020). Diwaktu yang sama, Suaka mencoba menghubungi Wakil Rektor III Bidang Kemahasiswaan, A.H. Fathoni, namun tidak mendapatkan tanggapan.

Ketua Umum Dema-F Adab dan Humaniora, Toriqul Farhan menyampaikan bahwa setelah tuntutan tersebut telah disampaikan, pihak birokrasi juga telah berkoordinasi dengan pimpinan yang lain dan telah melaksanakan rapat. “Tadi siang sudah berdialog bersama terkait tuntutan Dema-F dengan birokrasi Fakultas seperti Dekan dan Wadek 3, meskipun dari hasil yang diberikan oleh pihak dekanat kepada ketua-ketua Dema-F di ruang lingkup kampus sangat mengecewakan, karena tidak bisa merealisasikan pemotongan UKT semester depan,” paparnya.

Baca juga:  Mengupas Tuntutan dan Gerakan Forum Dema-F Bandung

Selain itu, Toriqul Farhan pun berharap semoga kedepannya pimpinan universitas bisa memahami kondisi melemahnya ekonomi mahasiswa akibat pandemi COVID-19 dan merealisasikan tuntutan lainnya. Terlebih sebelumnya mahasiswa telah membayar UKT secara penuh dan sekarang harus menanggung kuota internet sendiri. “Jauh harapan saya semoga seluruh forum pimpinan PTKIN bisa mempertimbangkan kembali masalah ini dan merekomedasikan pemotongan UKT semester depan sehingga menjadi Keputusan Mentri Agama (KMA).” Tutupnya.

Reporter: Anisa Nurfauziah

Redaktur: Hasna Fajriah

2 Komentar

2 Comments

  1. fayeyk2

    20 Mei 2020 at 17:54

    Hot new pictures each day
    http://titspussyandass.fetlifeblog.com/?marisol

    fake victoria justice porn rica paralejo porn private porn 2008 jelsoft enterprises ltd molly mae porn star extreme pregnant porn

  2. danaj69

    20 Mei 2020 at 22:08

    Young Heaven – Naked Teens & Young Porn Pictures
    http://sexvoday.bloglag.com/?jaiden

    vintage spain porn natashia porn pics filipina porn video free clips of free porn porn porn sex sex young

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2016 Suaka Online │ LPM SUAKA UIN SGD Bandung

Ke Atas