Kampusiana

Kampus III Dijadikan Tempat Isolasi, Warek III : Bukan Untuk yang Positif

Dok. Suaka

SUAKAONLINE.COM – Kampus III UIN SGD Bandung direncanakan akan dijadikan tempat isolasi mandiri (isoman) oleh pemerintah. Kampus III merupakan asrama bagi para mahasiswa penghafal Al-Quran yang terletak di Cileunyi. Rencana ini merupakan upaya pemerintah untuk mencari setiap sumber daya yang berpotensi membantu penanganan pandemi Covid- 19 khususnya di Kota Bandung.     

Kepala Kantor Kecamatan Cibiru, Didin Dikayuana, mengkonfirmasi rencana tersebut. “Saya itu ditugaskan oleh pak Wali Kota melalui pak Sekda (Sekretaris Daerah) untuk mencari tempat-tempat isoman di manapun, kemudian akhirnya ada info kalau di UIN ada asrama, katanya di sana ada kampus III kosong,” ujarnya saat diwawancarai melalui telepon, Rabu, (30/6/2021).

Didin menambahkan, rencana ini bertujuan untuk membantu masyarakat yang tidak mampu melakukan isolasi mandiri karena keterbatasan tempat. Tidak semua keluarga memiliki rumah yang ruangannya cukup untuk dijadikan tempat isolasi mandiri. Belum lagi keluarga-keluarga tidak memiliki rumah dan hanya mampu menyewa kamar kos-kosan.  

Bagi warga yang nantinya dipindahkan ke Kampus III, hendaknya tidak perlu khawatir, karena tidak akan dilarang untuk beraktifitas, masih bisa bekerja. Karena akan diterapkan standar protokol Kesehatan yang ketat. Setiap orang yang masuk harus menjalankan tes Swab Antigen dan dinyatakan negatif terlebih dahulu.

Wakil Rektor (Warek) III UIN Bandung, Ah. Fathonih, menegaskan bahwa Kampus III tidak akan dipakai untuk pasien Covid-19, melainkan untuk keluarga pasien Covid-19 yang negatif. “Informasi yang saya terima barusan, hasil dialog, jadi bukan untuk yang positif, tetapi untuk mereka yang negatif, misal ada keluarga yang tidak mampu, kemudian terkonfirmasi positif maka yang terkonfirmasi positif itu ada di rumahnya kemudian yang sehatnya itu yang dititipkan di kampus III,”ujarnya saat diwawancarai melalui telefon, Selasa, (29/6/2021).

Namun rencana ini belum bisa dipastikan kapan digunakannya, karena ini menjadi solusi terakhir. “Itupun opsi terakhir ketika pemerintah daerah sudah tidak bisa menangani pasien-pasien Covid, jadi belum dipakai hari ini, baru rencana kalau kondisi rumah sakit dan rumah-rumah isolasi yang ada di wilayah itu sudah penuh.” Lanjut Fathonih.

Rencana ini dibangun atas dasar kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat. Dan juga karena UIN Bandung merupakan unversitas yang berada di bawah naungan pemerintah.  Tentu sudah sepantasnya ikut membantu pemerintah dalam mengangani pandemi Covid-19 yang belum kunjung usai. Dalam hal ini, UIN Bandung membantu menyediakan tempat bagi masyarakat yang terkena musibah.   

Kemudian bagi mahasiswa Kampus III yang masih menyimpan barang di asrama, hendaknya tidak perlu khawatir, karena yang akan dipakai hanya gedung kosong. Yaitu gedung baru yang ada di belakang dan gedung yang dekat gerbang utama atau biasa disebut rumah moderasi. Jadi gedung asrama putra dan asrama putri tidak akan dipakai untuk tempat isolasi.

Dua gedung yang akan dipakai tersebut dapat menampung sekitar 250 sampai 300 orang. Belum banyak yang dilakukan untuk menjalankan rencana ini. Menurut Pengurus Gedung Kampus III, Tomi, para pengurus gedung hanya diinstruksikan untuk menjaga kebersihan. “Untuk arahannya kita disuruh untuk jaga-jaga kebersihan aja dulu.” Ujarnya saat diwawancarai, Rabu, (29/6/2021).

Reporter : Maula Tamimi/Magang

Redaktur: Fauzan Nugraha/Suaka

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas