2 mnt membaca"> Kekerasan Daring, Apa yang Harus Dilakukan? - Suaka Online
Infografik

Kekerasan Daring, Apa yang Harus Dilakukan?2 mnt membaca

SUAKAONLINE.COM, Infografis – Pernahkah kalian mendapatkan kiriman gambar tidak senonoh dari orang asing? Atau tiba-tiba ada yang melakukan panggilan video dari orang yang sedang masturbasi? Jika pernah, maka anda pernah menjadi korban kekerasan berbasis gender online. Kekerasan berbasis gender online atau KBGO merupakan kekerasan langsung pada seseorang yang didasarkan atas seks atau gender yang difasilitasi teknologi.

Berdasarkan Catatan Tahunan Komnas Perempuan pada Maret 2021, terdapat kenaikan angka kasus KBGO dari 241 kasus pada tahun 2019 menjadi 940 kasus pada tahun 2020. Meningkatnya kasus tersebut perlu diwaspadai karena hal tersebut bisa juga terjadi pada diri kita. Oleh karenanya pengetahuan mengenai jenis KBGO cukup diperlukan.

Dilansir dari safenet.id, terdapat 6 kasus yang termasuk pada KBGO, yaitu pelanggaran privasi, pengawasan atau pemantauan, perusakan reputasi/kredibilitas, pelecehan, ancaman dan kekerasan langsung, juga serangan terhadap komunitas tertentu. Kasus seperti peretasan akun merupakan salah satu yang paling sering terjadi.

Jika terlanjur terjadi pada diri, ikutilah tahapan yang direkomendasikan safenet.id berikut. Pertama, dokumentasikan hal-hal yang terjadi seperti membuat kronologis untuk memudahkan proses pelaporan dan pengusutan. Kedua, pantau situasi yang dihadapi untuk mempertimbangkan tindakan lebih lanjut.

Ketiga, menghubungi pusat bantuan untuk pendampingan psikologis, hukum juga keamanan digital. Keempat, lapor dan blokir pelaku dengan bantuan fasilitas media yang digunakan. Pun bila kejadian tersebut menimpa orang yang kita kenal, maka dampingilah korban dengan memperhatikan dan memprioritaskan kebutuhannya.

Bentuk jejaring dukungan untuk membantu penyembuhan trauma juga pencegahan KBGO serupa terjadi lagi. Berikan wadah untuk bercerita untuk membantu proses penyembuhan trauma di platform media digital. Buat kampanye solidaritas dengan korban atau penyintas untuk menunjukkan bahwa korban tidaklah sendiri.

Baca juga:  Dema UIN Bandung Bersama KEMENAG Resmikan Sekolah Dakwah

Selain untuk mendukung korban, hal tersebut juga membantu menekan petugas berwenang untuk segera melakukan tindakan terhadap pelaku. Tidak hanya membantu mempercepat penyelesaian kasus, pembentukan kampanye solidaritas juga dapat mendorong dibuatnya regulasi dan kultur baru yang lebih aman dari KBGO.

Peneliti            : Diyanah Nisa/Suaka

Sumber           : Komnas Perempuan, Safenet.id

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas