Kampusiana

Inilah Tuntutan Mahasiswa untuk Rektor Terpilih

Beberapa perwakilan Ormawa UIN SGD Bandung, berkumpul merumuskan aspirasi mahasiswa untuk calon rektor, Selasa (5/5/2015) di DPR. Hal tersebut diselenggarakan akibat dari pembatalan Dialog Terbuka yang digelar oleh Dema, karena tidak ada satupun calon rektor yang menghadiri lokasi. (Ridwan Alawi/ Magang)

Beberapa perwakilan Ormawa UIN SGD Bandung, berkumpul merumuskan aspirasi mahasiswa untuk calon rektor, Selasa (5/5/2015) di DPR. Hal tersebut diselenggarakan akibat dari pembatalan Dialog Terbuka yang digelar oleh Dema, karena tidak ada satupun calon rektor yang menghadiri lokasi. (Egidya Mahardini/ Magang)

SUAKAONLINE.COM- Menyikapi pemilihan rektor baru UIN SGD Bandung periode 2015-2019, mahasiswa menuntut tiga aspek penting yang harus diperhatikan oleh setiap calon rektor jika mereka terpilih. Yaitu; tuntutan akademik, keuangan dan kemahasiswaan.

Tuntutan tersebut dibuat setelah pembatalan acara debat terbuka calon rektor oleh Dewan Mahasiswa (Dema) dan perwakilan dari tiap organisasi mahasiswa UIN SGD Bandung, Selasa (5/5/2015).

Menurut ketua Dema Syarief Saefulloh adanya diskusi ini bukan berarti menghadirkan keterpihakkan, “Tapi bagaimana sekarang kepentingan mahasiswa itu diketahui oleh seluruh birokrasi atau rektor di masa yang akan datang,” ujarnya kala membuka diskusi.

Tuntutan akademik yang diajukan meliputi hal-hal yang berkenaan dengan segala bentuk kegiatan akademik kampus. Pertama, komitmen menjadikan UIN Bandung sebagai garda depan memajukan pendidikan Indonesia. Kemudian, mempercepat sarana akademik untuk meningkatkan akreditasi dan riset university. Terakhir, harus ada transparansi kredibilitas dan kualitas dosen. Dan menghilangkan monopoli pendidikan.

Sementara itu, ada empat masalah pokok yang dituntut mahasiswa terhadap masalah keuangan. Yakni; perlunya transparansi dana beasiswa, praktikum dan kemahasiswaan; hentikan penyalahgunaan anggaran dan tidak mengkomersialisasikan fasilitas kampus, seperti sistem parkir yang saat ini diterapkan di kampus.

Tak berhenti sampai disitu, segala sesuatu yang berkenaan dengan kegiatan dan hak mahasiswa yang selama ini bermasalah pun turut dituntut. Salah satunya mahasiswa menuntut agar mereka dapat terlibat dalam lenstrasi untuk mewujudkan riset university.

Selanjutnya, sosialisasikan sistem kemahasiswaan kampus; memperpanjang jam kegiatan mahasiswa di malam hari; membuat sarana dan prasarana pengembangan kemahasiswaan; memberikan apresiasi kepada dosen dan mahasiswa yang berprestasi juga menjadi salah satu sorotan penting. Terakhir, melibatkan mahasiswa dalam pengambilan setiap kebijakan yang berkaitan dengan mahasiswa.

Tuntutan ini nantinya akan ditanda tangani oleh ketiga calon rektor. “Bagaimana carannya saya tidak ingin tahu fakta integritas yang dibuat hari ini bisa ditanda tangani oleh ketiga calon rektor. Pada akhirnya, bisa menjadi salah satu pegangan kita mahasiswa bisa mempertanggungjawabkan kepemimpinan rektor nanti,” ujar ketua Forum Komunikasi UKM, Andri Maulana, Selasa (5/5/2015).

Reporter: Ridwan Alawi/Magang

Redaktur : Robby Darmawan

5 Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas