Infografik

Menjaga Budaya Literasi di Kalangan Mahasiswa UIN Bandung

SUAKAONLINE.COM, Infografis –Kampus sebagai lingkungan akademik tentunya memerlukan tempat yang ramah literasi untuk menunjang pembelajaran di dalamnya. Di era digital, literasi bukan hanya sekedar membaca buku fisik saja. Tetapi, segala kegiatan membaca buku ataupun membaca informasi pada media digital, juga termasuk ke dalam kegiatan literasi. Menjaga budaya literasi di kalangan mahasiswa sendiri dimulai dari menjaga dan meningkatkan sarana literasi.

Perpustakaan UIN SGD Bandung berupaya menyediakan fasilitas yang dibutuhkan mahasiswa. Salah satunya disediakan ruang diskusi bagi mahasiswa yang berkunjung ke perpustakaan bukan hanya untuk membaca ataupun meminjam buku. Selain itu mengadakan survei terkait koleksi buku pernah dilakukan pihak perpustakaan melalui media sosial Instagram.

Ada tiga jenis survei yang dilakukan oleh pihak perpustakaan yaitu, lebih tertarik buku cetak atau buku digital, buku bahasa Indonesia atau bahasa asing. Dari hasil survei tersebut 56 persen tertarik dengan buku cetak, dan 44 persen memilih buku digital. Adapun untuk jenis survei yang kedua, lebih banyak responden yang tertarik dengan buku berbahasa Indonesia.

Meskipun berdasarkan hasil survei lebih banyak responden yang tertarik dengan buku cetak. Perpustakaan UIN SGD Bandung berupaya mengikuti perkembangan zaman akan kebutuhan buku digital. Perpustakaan melalui aplikasi e-library lebih terfokus dalam menyediakan buku digital, namun tetap sesuai keinginan user yakni buku berbahasa Indonesia. Ketersediaan buku di aplikasi e-library UIN SGD Bandung memang masih terbatas karena belum semua penerbit mengizinkan untuk bergabung pada aplikasi e-library ini.

Adapun jenis survei ketiga mengenai saran buku, banyak yang mengusulkan untuk menambah koleksi buku hiburan seperti novel. Tidak sedikit juga yang mengusulkan untuk menambah buku penunjang mata kuliah. Sebagai tindak lanjut dari ketiga survei yang telah dilakukan, perpustakaan UIN SGD Bandung mengadakan buku terutama dalam bentuk digital. Hal ini dilakukan dengan mencari vendor yang sudah menyediakan legalitas buku dari penerbit sehingga dapat diakses melalui aplikasi e-library.

Berbeda dengan buku digital pengadaan buku cetak terakhir kali dilakukan pada tahun 2013, yaitu pengadaan khusus dari BLU (Badan Layanan Umum). Namun untuk akhir-akhir ini penambahan koleksi buku hanya sebatas dari wakaf para alumni, sumbangan dari pengarang, serta penerbit. Sementara untuk proyek pengadaan khusus semenjak tahun 2013 sampai sekarang masih belum dilaksanakan.

Perpustakaan UIN SGD Bandung juga menyelenggarakan berbagai program untuk merawat budaya literasi mahasiswa serta memaksimalkan pelayanannya. Pelaksanaan sosialisasi bagi mahasiswa baru serta melaksanakan berbagai pameran. Selain itu, perpustakaan juga mengadakan kegiatan pendidikan dan pelatihan melalui Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Islam (APPTIS) seluruh Indonesia.

Peneliti: Silmi Hakiki/ Magang

Sumber: Layanan Pemustaka, Urusan Data dan Digital Resources Perpustakaan UIN SGD Bandung

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Ke Atas