3 mnt membaca"> Sebanyak 7764 Mahasiswa Ikuti PBAK 2021 Secara Virtual - Suaka Online
Kampusiana

Sebanyak 7764 Mahasiswa Ikuti PBAK 2021 Secara Virtual3 mnt membaca

Rektor UIN SGD Bandung menyampaikan sambutannya pada acara PBAL 2021 di Aula Anwar Musadad, Senin (30/8/2021). (Yopi Muharam/Suaka)

SUAKAONLINE.COM – Sebanyak 7764 mahasiswa baru mengikuti Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK) secara virtual melalui Zoom Meeting dan disiarkan langsung melalui kanal YouTube UIN SGD Bandung, Senin (30/8/2021). Kegatan PBAK kali ini mengusung tema “Harmoni Dalam Kebangsaan dan Keberagaman Menuju Indonesia Emas”.

Acara ini dihadiri oleh Rektor UIN SGD Bandung Mahmud beserta jajaran, Ketua Senat Nanat Fatah Nasir beserta jajaran, Dirjen Pendidikan Islam Kementrian Agama Republik Indonesia, Muhammad Ali Ramdani, Menteri Agama Yaqut Cholil, Ketua Dewan Eksekutif Mahasiswa Universitas (Dema-U) Malik Fajar Ramadhan dan perwakilan mahasiswa baru.

Tujuan diadakannya PBAK adalah memberikan pemahaman secara komprehensif kepada mahasiswa baru tentang wawasan kebangsaan dan wawasan keislaman. Lalu mahasiswa baru dapat memahami visi dan misi UIN SGD Bandung, kebijakan pengembangan akademik, tata kelola organisasi dan keuangan, kemahasiswaan dan juga kerjasama.

Rektor UIN SGD Bandung Mahmud melantik mahasiswa baru yang mengikuti PBAK dan menyematkan tanda peserta PBAK secara langsung. Penyematan tanda peserta PBAK diwakili oleh Ananda Malih Alfat Mahasiswa dari Jurusan Psikolgi dan Febianna Dirganti dari jurusan Manajemen.

Dalam sambutannya, Mahmud menyampaikan kepada mahasiswa baru, agar bisa menambah energi demi tercapainya cita-cita kampus, menjadi kampus unggul yang kompotitif, serta dapat bersanding dan bersanding dikancah internasional. Ia juga menyampaikan kepada seluruh elemen kampus untuk bersinenergi demi mencapai cita-cita tersebut.

Mahmud juga berharap mahasiswa baru mempunyai akhlak yang dimiliki oleh Rasul. “Yang ingin saya katakan bahwa baginda rasul diutus ke bumi bukan untuk menguruskan persoalan-persoalan apa itu ekonomi, politik dan lain sebagainya, tetapi aspek yang paling mendasar yaitu akhlak mulia. Kalo akhlak mulia dimiliki oleh semua pihak, maka semua persoalan bisa terselesaikan dan menjadi rahmatan lil alamin,” tuturnya, Senin (30/8/2021).

Baca juga:  Beredar Isu Penggusuran, Pedagang Kantin Biru Gelar Aksi

Selain rektor, Menteri Agama RI, Yaqut Cholil turut memberikan sambutannya melalui sebuah vidio. “Di pundaknya terdapat harapan masyarakat seperti agent of change, banyak perubahan-perubahan besar yang kemudian dipelopori oleh mahasiswa. Oleh karena itu sebagai komunitas tertinggi, mahasiswa harus mampu membaca fenomena sosial kebangsaan secara kritis, agar tidak terjebak pada kepentingan pragmatis,” ucapnya.

Yaqut berharap, mahasiswa menjadi agen moderasi moderaasi beragama. “Pancasila adalah sumber inspirasi bagi terwujudnya moderasi beragama yang saat ini sedang kita gaungkan. Saya berharap para mahasiswa baru dapat menjadi agent moderasi beragama ditengah kemajemukan bangsa,” lanjutnya.

Yaqut juga menyampaikan kepada seluruh mahasiswa PTKIN se-Indonesia untuk bisa menjadi mahasiwa kreatif, inovatif, produktif, dan berkarakter. Agar bisa menjadi bagian perubahan dalam kehidupan sosial di Indonesia.

Makna Logo PBAK 2021

Wakil Rektor III Ahmad Fathonih turut menyampaikan laporannya dalam acara PBAK 2021. Dalam laporannya, Fathonih memaparkan mengenai makna tema PBAK 2021. Tema tersebut memiliki makna harapan terhadap mahasiswa agar bisa menjadi garda terdepan dalam menjaga, merawat nilai-nilai kebersamaan dan nilai-nilai kebangsaan di tengah keragaman agama, budaya, dan juga suku.

Ia juga menjelaskan bahwa komitmen tersebut tertuang dalam logo PBAK 2021 yang didesain oleh mahasiswa UIN SGD Bandung. Burung merak melambangkan simbol harmonisasi di tengah keberagaman, kemudian kujang refleksi sebagai ketajaman budaya kritis dan kekuatan dalam membela dan menegakan kebenaran,

Lalu, 40 helai melambangkan empat sikap yang tertanam pada diri mahasiswa UIN SGD Bandung, yakni semangat dalam akademik, semangat dalam berorganisasi, semangat dalam kreasi dan berinovasi, dan menjung-jung tinggi akhlakul-karimah. Kemudian mega medung melambangkan pribadi yang lugas, dinamis, kreatif, dan legaliter.    

Reporter : Yopi Muharam/Suaka

Baca juga:  Suara Eks Penyidik KPK Dalam Aksi Kamisan Bandung

Redaktur : Fauzan Nugraha/Suaka           

Komentar Anda

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Ke Atas